triggernetmedia.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memastikan tidak terdapat indikasi penarikan dana secara besar-besaran atau bank rush di industri perbankan nasional meskipun nilai tukar rupiah sempat menembus level psikologis Rp18.000 per dolar Amerika Serikat (AS).
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae mengatakan kondisi perbankan Indonesia saat ini masih berada dalam keadaan yang sehat dan stabil. Menurut dia, isu mengenai potensi bank rush yang beredar di masyarakat tidak memiliki dasar yang kuat.
“Kami memandang saat ini tidak terdapat potensi bank rush karena situasi politik, keamanan, dan ekonomi Indonesia masih kondusif. Bank rush pada umumnya diakibatkan oleh isu kepercayaan masyarakat terhadap sistem perbankan,” kata Dian dalam Rapat Dewan Komisioner (RDK) secara virtual, Jumat (5/6/2026).
Dian menjelaskan, OJK terus melakukan pemantauan terhadap kondisi industri perbankan di tengah ketidakpastian global yang dipicu oleh tekanan geopolitik dan ekonomi internasional.
Ia menyebut risiko kredit perbankan masih terjaga dengan baik. Hal itu tercermin dari rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) yang berada di level 2,17 persen, masih di bawah ambang batas aman yang ditetapkan regulator.
Selain itu, kemampuan perbankan dalam membentuk cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN) juga dinilai stabil sehingga mampu menjadi bantalan terhadap potensi risiko kredit.
“Risiko kredit perbankan tetap terjaga dengan baik. Rasio NPL masih di bawah 3 persen, yakni sebesar 2,17 persen, sementara tren pencadangan CKPN juga relatif stabil,” ujarnya.
Untuk menjaga ketahanan sektor keuangan, OJK meminta seluruh bank memperkuat manajemen risiko dan menjaga kecukupan modal agar mampu menghadapi gejolak pasar yang masih berlangsung.
OJK juga memperkuat koordinasi dengan Bank Indonesia (BI), Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), dan Kementerian Keuangan melalui Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) guna memastikan stabilitas sistem keuangan nasional tetap terjaga.
“Kami terus memperkuat koordinasi kebijakan dan strategi komunikasi publik untuk memastikan stabilitas sistem keuangan tetap kuat dalam menghadapi berbagai tantangan global maupun domestik,” kata Dian.




