triggernetmedia.com – Rapat koordinasi pengendalian inflasi secara virtual yang dihadiri oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dan beberapa pejabat tinggi lainnya, Provinsi Kalimantan Barat menyatakan prestasinya dalam menekan angka inflasi, Senin (4/12).
Menurut data yang dirilis, pada bulan November tahun ini, inflasi di Kalimantan Barat berada pada angka rendah, yakni sebesar 2,01 persen.
Penjabat Gubernur Kalimantan Barat, Harisson, mengungkapkan bahwa prestasi ini menempatkan provinsi tersebut sebagai salah satu dari 10 provinsi dengan tingkat inflasi terendah di Indonesia.
Dalam pernyataannya, ia menjelaskan bahwa pencapaian ini hasil dari upaya keras pemerintah provinsi dalam melaksanakan pengendalian inflasi, khususnya dalam pengendalian harga bahan pokok melalui operasi pasar di setiap Kabupaten/Kota di Kalimantan Barat.
“Kami sering melakukan operasi pasar untuk mengendalikan harga di beberapa daerah dan memberikan akses pangan murah serta pembagian sembako kepada masyarakat yang membutuhkan,” ungkap Harisson.
Lebih lanjut, Harisson juga mengumumkan rencana pemerintah provinsi untuk menggencarkan program penanaman cabe di pekarangan rumah.
Menurutnya, dengan menanam cabe, rumah tangga dapat mengurangi ketergantungan pada pasar, khususnya menjelang masa libur Natal dan Tahun Baru, ditambah dengan situasi El Nino yang berpotensi memengaruhi produksi cabe.
“Kami akan mendistribusikan bibit-bibit cabe kepada rumah tangga melalui dinas terkait, berkolaborasi dengan Tim Penggerak PKK Provinsi dan Kabupaten/Kota, dengan harapan langkah ini dapat memberikan dampak positif dalam menekan inflasi serta memenuhi kebutuhan masyarakat,” jelasnya.



