triggernetmedia.com – Pendopo Gubernur Kalimantan Barat menjadi tempat perayaan ulang tahun ke-10 Perwati (Persatuan Wanita Tionghoa) dan ulang tahun ke-1 Perwanti (Persatuan Wanita Tionghoa Indonesia) PSMTI Kalbar.
Acara ini dihadiri oleh Penjabat (Pj) Gubernur Kalimantan Barat, Harisson, didampingi oleh istrinya yang menjabat sebagai Pj Ketua TP-PKK Kalbar, Windy Prihastari, Minggu (3/12).
Kehadiran Harisson dan Windy Prihastari disambut hangat oleh Linda Ango, Ketua Umum Perwati dan Perwanti PSMTI Kalbar, beserta pengurus lainnya.
Perayaan ini dipenuhi dengan beragam pertunjukan budaya, seperti tarian zapin dan kolaborasi budaya antara suku Tionghoa, Dayak, dan Melayu.
Acara ini juga termasuk pemotongan kue yang dilakukan oleh Linda Ango, Windy Prihastari, dan Pj Ketua TP-PKK Kalbar untuk menambah kesan meriah.
Dalam sambutannya, Pj Gubernur Harisson berharap bahwa Perwati dan Perwanti PSMTI Kalbar dapat menjadi wadah bagi anggotanya untuk menyalurkan kreativitas dan inovasi, yang pada akhirnya akan bermanfaat bagi organisasi di masa depan.
“Marilah kita jadikan peringatan ulang tahun ini sebagai jembatan untuk sinergi di antara kita, menuju perubahan positif, terutama bagi peran Perwati dan Perwanti di Provinsi Kalimantan Barat,” katanya dengan tegas.
Harisson mendorong organisasi tersebut untuk membantu pemerintah di berbagai sektor, terutama pendidikan dan kesehatan. Beliau menyoroti masalah pendidikan, mencatat bahwa masih ada anak-anak di Kalbar yang tidak menyelesaikan pendidikan menengah pertama.
“Walaupun Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kalbar saat ini mencapai 70,47 (kategori IPM tinggi), kita masih di bawah rata-rata nasional 74,39.
Kita perlu mempersiapkan generasi muda untuk menjadi individu cerdas dan unggul di era ‘2045 Indonesia Emas’. Penting bagi kita untuk meningkatkan rata-rata tahun sekolah, bukan hanya mencapai 7,59 tahun tetapi idealnya 12,67 tahun,” tegasnya.
Menanggapi masalah stunting di Kalbar, Harisson mendorong Perwati dan Perwanti PSMTI Kalbar untuk berperan dalam menurunkan angka stunting, sesuai dengan target nasional yaitu 14% pada tahun 2024 yang ditetapkan oleh Presiden Indonesia.
“Mencegah stunting pada anak-anak sangat penting, karena dapat menghambat perkembangan kognitif dan intelegensi. Anak-anak yang lahir sekarang akan berperan penting di era ‘2045 Indonesia Emas’,” tandasnya.
Selain itu, Harisson juga menyarankan agar Perwati dan Perwanti PSMTI Kalbar memberikan edukasi kepada ibu hamil, pasangan yang akan menikah, dan melakukan kampanye kesadaran gizi untuk anak-anak.
“Perwati dan organisasi non-pemerintah, mari kunjungi Posyandu. Edukasikan ibu-ibu tentang memberikan nutrisi optimal untuk anak-anak mereka,” tutupnya.
Acara ini dihadiri oleh perwakilan Forkopimda Kalbar, berbagai organisasi wanita di Kalimantan Barat, dan anggota masyarakat.



