Trigger Netmedia
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Sospolhukam
    • Metropolitan
    • Nasional
    • Internasional
  • Kalbar
    • Pontianak
    • Kayong Utara
    • Ketapang
    • Kubu Raya
    • Kapuas Raya
    • Landak
    • Mempawah
    • Sanggau
    • SingBeBas
    • Kapuas Hulu
  • Ekonomi
    • Keuangan
    • Bisnis
    • Industri
    • Makro
    • IHSG
    • Fintech
  • Edutaiment
    • Literasi
    • Edukasi
    • Budaya
    • Gadgets
    • IT
  • Sport
    • Sepak Bola
    • Kabar Arena
    • Otomotif
  • Infotainment
    • Selebritis
    • Film
    • Music
    • Zodiak
    • Comunity
    • Kekinian
    • Fashion
    • Milenial
  • Kuliner
    • Food
    • Pesona Dunia
    • Pesona Nusantara
  • Pariwara
    • Videotron
    • Foto
    • Kanal Iklan
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Sospolhukam
    • Metropolitan
    • Nasional
    • Internasional
  • Kalbar
    • Pontianak
    • Kayong Utara
    • Ketapang
    • Kubu Raya
    • Kapuas Raya
    • Landak
    • Mempawah
    • Sanggau
    • SingBeBas
    • Kapuas Hulu
  • Ekonomi
    • Keuangan
    • Bisnis
    • Industri
    • Makro
    • IHSG
    • Fintech
  • Edutaiment
    • Literasi
    • Edukasi
    • Budaya
    • Gadgets
    • IT
  • Sport
    • Sepak Bola
    • Kabar Arena
    • Otomotif
  • Infotainment
    • Selebritis
    • Film
    • Music
    • Zodiak
    • Comunity
    • Kekinian
    • Fashion
    • Milenial
  • Kuliner
    • Food
    • Pesona Dunia
    • Pesona Nusantara
  • Pariwara
    • Videotron
    • Foto
    • Kanal Iklan
No Result
View All Result
Trigger Netmedia
No Result
View All Result
Home Headline

Pakar Sebut Ada Aktor Besar Di Balik Putusan MK Soal Syarat Cawapres: Telunjuk Mengarah Ke Jokowi

TriggerNetMedia by TriggerNetMedia
5 November 2023
in Headline, Nasional, News, Sorotan, Sospolhukam
0
Pakar Sebut Ada Aktor Besar Di Balik Putusan MK Soal Syarat Cawapres: Telunjuk Mengarah Ke Jokowi
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter
triggernetmedia.com – Pakar hukum tata negara dari Universitas Andalas, Feri Amsari menilai putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait syarat capres-cawapres merupakan kejahatan demokrasi.

“Bahwa ini mega skandal, saya pikir terpencil tambahan besar dari itu. Ini kejahatan demokrasi yang tersebut disusun dengan luar biasa,” ujar Feri dalam siaran YouTube MNC Trijaya dikutip Suara.com, Sabtu (4/11/2023).

Menurut Feri, ada aktor besar pada balik putusan tersebut. Lalu siapa aktor besar yang tersebut dimaksud oleh Feri?

“Saya meyakini keterlibatan orang yang mana terpencil tambahan powerfull dari Gibran kemudian Ketua Mahkamah Konstitusi. Itu sebabnya jari telunjuk akan mengarah kepada Presiden Jokowi,” kata Feri.

Ia menilai, Jokowi telah dilakukan memainkan peran merusak demokrasi di area Indonesia.

“Terutama memanfaatkan Mahkamah Konstitusi dan juga relasi kekeluargaan,” kata dia.

Direktur Pusat Studi Konstitusi atau Pusako itu memandang Jokowi harus mempertanggungjawabkan perbuatannya.

“Bagaimana pun panggung yang dimaksud sedang diciptakan dalam perkara nomor 90 memang panggung yang jumawa,” tegas Feri.

Sebab, tidaklah lain bukan bukan, hanya sekali satu orang yang digunakan diuntungkan dari putusan MK itu, yakni putra sulung Jokowi, Gibran Rakabuming Raka.

“Putusan Nomor 90 ini cuma menguntungkan satu-satunya orang dalam pilpres 2024 yaitu orang yang bernama Gibran,” sebut Feri.

Sebagai informasi, dalam putusan itu, MK memperbolehkan calon yang digunakan berusia di dalam bawah 40 tahun menjadi capres atau cawapres jika pernah atau sedang menjabat sebagai kepala daerah melalui pilkada.

Adapun Gibran saat ini dicalonkan oleh Koalisi Indonesia Maju sebagai cawapres pendamping Prabowo Subianto.

Namun begitu, sekarang ini Majelis Kehormatan MK atau MKMK tengah memeriksa adanya dugaan pelanggaran etik yang digunakan dikerjakan oleh Hakim Konstitusi yang tersebut memutuskan putusan syarat capres-cawapres.

Mantan Menteri Hukum lalu HAM Denny Indrayana menyebut putusan Mahkamah Konstitusi (MK) nomor 90/PUU-XXI/2023 tentang batas usia minimal calon presiden kemudian calon perwakilan presiden sebagai mega skandal Mahkamah Keluarga.

Hal itu dia sampaikan dalam sidang pendahuluan sebagai pelapor yang digelar oleh Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi (MKMK).

“Putusan 90 terindikasi merupakan hasil kerja yang dimaksud terencana serta terorganisir, planned and organized crime sehingga layak pelapor tasbihkan sebagai mega skandal Mahkamah Keluarga,” kata Denny yang tersebut hadir dalam persidangan secara daring, Selasa (31/10/2023).

Menurut dia, Ketua MK Anwar Usman seharusnya mundur dalam perkara 90/PUU-XXI/2023 lantaran berkenaan langsung dengan keluarganya, yaitu Presiden Joko Widodo juga anak sulungnya, Gibran Rakabuming Raka.

Terlebih, Gibran dinilai sudah memanfaatkan ketentuan dalam putusan MK itu dengan mendaftarkan diri sebagai cawapres mendampingi Prabowo Subianto di tempat KPU RI.

“Tingkat pelanggaran etik juga kejahatan kebijakan pemerintah yang dimaksud dikerjakan sifatnya sangat merusak kemudian meruntuhkan kewibawaan Mahkamah Konstitusi, mega skandal Mahkamah Keluarga itu melibatkan tiga elemen tertinggi,” ujar Denny.

triggernetmedia.com – Pakar hukum tata negara dari Universitas Andalas, Feri Amsari menilai putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait syarat capres-cawapres merupakan kejahatan demokrasi.

“Bahwa ini mega skandal, saya pikir terpencil tambahan besar dari itu. Ini kejahatan demokrasi yang tersebut disusun dengan luar biasa,” ujar Feri dalam siaran YouTube MNC Trijaya dikutip Suara.com, Sabtu (4/11/2023).

Menurut Feri, ada aktor besar pada balik putusan tersebut. Lalu siapa aktor besar yang tersebut dimaksud oleh Feri?

“Saya meyakini keterlibatan orang yang mana terpencil tambahan powerfull dari Gibran kemudian Ketua Mahkamah Konstitusi. Itu sebabnya jari telunjuk akan mengarah kepada Presiden Jokowi,” kata Feri.

Ia menilai, Jokowi telah dilakukan memainkan peran merusak demokrasi di area Indonesia.

“Terutama memanfaatkan Mahkamah Konstitusi dan juga relasi kekeluargaan,” kata dia.

Direktur Pusat Studi Konstitusi atau Pusako itu memandang Jokowi harus mempertanggungjawabkan perbuatannya.

“Bagaimana pun panggung yang dimaksud sedang diciptakan dalam perkara nomor 90 memang panggung yang jumawa,” tegas Feri.

Sebab, tidaklah lain bukan bukan, hanya sekali satu orang yang digunakan diuntungkan dari putusan MK itu, yakni putra sulung Jokowi, Gibran Rakabuming Raka.

“Putusan Nomor 90 ini cuma menguntungkan satu-satunya orang dalam pilpres 2024 yaitu orang yang bernama Gibran,” sebut Feri.

Sebagai informasi, dalam putusan itu, MK memperbolehkan calon yang digunakan berusia di dalam bawah 40 tahun menjadi capres atau cawapres jika pernah atau sedang menjabat sebagai kepala daerah melalui pilkada.

Adapun Gibran saat ini dicalonkan oleh Koalisi Indonesia Maju sebagai cawapres pendamping Prabowo Subianto.

Namun begitu, sekarang ini Majelis Kehormatan MK atau MKMK tengah memeriksa adanya dugaan pelanggaran etik yang digunakan dikerjakan oleh Hakim Konstitusi yang tersebut memutuskan putusan syarat capres-cawapres.

Mantan Menteri Hukum lalu HAM Denny Indrayana menyebut putusan Mahkamah Konstitusi (MK) nomor 90/PUU-XXI/2023 tentang batas usia minimal calon presiden kemudian calon perwakilan presiden sebagai mega skandal Mahkamah Keluarga.

Hal itu dia sampaikan dalam sidang pendahuluan sebagai pelapor yang digelar oleh Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi (MKMK).

“Putusan 90 terindikasi merupakan hasil kerja yang dimaksud terencana serta terorganisir, planned and organized crime sehingga layak pelapor tasbihkan sebagai mega skandal Mahkamah Keluarga,” kata Denny yang tersebut hadir dalam persidangan secara daring, Selasa (31/10/2023).

Menurut dia, Ketua MK Anwar Usman seharusnya mundur dalam perkara 90/PUU-XXI/2023 lantaran berkenaan langsung dengan keluarganya, yaitu Presiden Joko Widodo juga anak sulungnya, Gibran Rakabuming Raka.

Terlebih, Gibran dinilai sudah memanfaatkan ketentuan dalam putusan MK itu dengan mendaftarkan diri sebagai cawapres mendampingi Prabowo Subianto di tempat KPU RI.

“Tingkat pelanggaran etik juga kejahatan kebijakan pemerintah yang dimaksud dikerjakan sifatnya sangat merusak kemudian meruntuhkan kewibawaan Mahkamah Konstitusi, mega skandal Mahkamah Keluarga itu melibatkan tiga elemen tertinggi,” ujar Denny.

About Author

TriggerNetMedia

See author's posts

Tags: # Capres Cawapres# putusan mahkamah konstitusiJoko WidodoJokowiMahkamah Konstitusi
Previous Post

PPP Bela Masinton PDIP Yang Dilaporkan Buntut Usulkan Hak Angket MK: Lucu, Mbok Pakai Logika

Next Post

6 WNI Masih Di Gaza Palestina, 3 Relawan Pilih Tetap Tinggal

TriggerNetMedia

TriggerNetMedia

Next Post
6 WNI Masih Di Gaza Palestina, 3 Relawan Pilih Tetap Tinggal

6 WNI Masih Di Gaza Palestina, 3 Relawan Pilih Tetap Tinggal

Stay Connected test

  • 24k Followers
  • 23.9k Followers
  • 99 Subscribers
  • Trending
  • Comments
  • Latest
AKI dan AKB Masih Tinggi, Indonesia Terpaut Jauh dari Target SDGs

AKI dan AKB Masih Tinggi, Indonesia Terpaut Jauh dari Target SDGs

16 Juli 2025
Jabat Dewan Syuro, Anggota Komisi Fatwa MUI Berperan Beri Masukan dan Nasihat ke JI

Jabat Dewan Syuro, Anggota Komisi Fatwa MUI Berperan Beri Masukan dan Nasihat ke JI

17 November 2021
Kronologi Polemik Ijazah Jokowi: Dari Gugatan Hukum hingga Drama Politik

Kronologi Polemik Ijazah Jokowi: Dari Gugatan Hukum hingga Drama Politik

18 Juli 2025
Status PPPK Paruh Waktu Dihapus, Revisi UU ASN Kembalikan Struktur Dua Pilar

Status PPPK Paruh Waktu Dihapus, Revisi UU ASN Kembalikan Struktur Dua Pilar

26 November 2025
Bandara Rahadi Oesman Ketapang Hentikan Sementara Layanan Penerbangan Komersial

Bandara Rahadi Oesman Ketapang Hentikan Sementara Layanan Penerbangan Komersial

0
2 Hari Hilang, Nelayan Tewas Mengambang di Pantai Cipalawah Garut

2 Hari Hilang, Nelayan Tewas Mengambang di Pantai Cipalawah Garut

0
14 Tahun Terbunuhnya Munir, Polri Didesak Bentuk Tim Khusus

14 Tahun Terbunuhnya Munir, Polri Didesak Bentuk Tim Khusus

0
Prabowo Resmikan Kantor DPD Gerindra di Banten

Prabowo Resmikan Kantor DPD Gerindra di Banten

0
Defisit APBN Tembus Rp196,5 Triliun, Menkeu Klaim Masih Aman dan Terkendali

Defisit APBN Tembus Rp196,5 Triliun, Menkeu Klaim Masih Aman dan Terkendali

22 Juli 2026
Status Cekal Febrie Adriansyah Masih Aktif Selama 20 Hari

Status Cekal Febrie Adriansyah Masih Aktif Selama 20 Hari

22 Juli 2026
KPK Terbitkan Dua Sprindik Baru, Kembangkan Kasus Suap Rp91 Miliar di Bea Cukai

KPK Terbitkan Dua Sprindik Baru, Kembangkan Kasus Suap Rp91 Miliar di Bea Cukai

22 Juli 2026
Kemkomdigi Temukan Modus Akali Registrasi SIM Biometrik, Penjual Gunakan Wajah Sendiri

Kemkomdigi Temukan Modus Akali Registrasi SIM Biometrik, Penjual Gunakan Wajah Sendiri

21 Juli 2026

Recent News

Defisit APBN Tembus Rp196,5 Triliun, Menkeu Klaim Masih Aman dan Terkendali

Defisit APBN Tembus Rp196,5 Triliun, Menkeu Klaim Masih Aman dan Terkendali

22 Juli 2026
Status Cekal Febrie Adriansyah Masih Aktif Selama 20 Hari

Status Cekal Febrie Adriansyah Masih Aktif Selama 20 Hari

22 Juli 2026
KPK Terbitkan Dua Sprindik Baru, Kembangkan Kasus Suap Rp91 Miliar di Bea Cukai

KPK Terbitkan Dua Sprindik Baru, Kembangkan Kasus Suap Rp91 Miliar di Bea Cukai

22 Juli 2026
Kemkomdigi Temukan Modus Akali Registrasi SIM Biometrik, Penjual Gunakan Wajah Sendiri

Kemkomdigi Temukan Modus Akali Registrasi SIM Biometrik, Penjual Gunakan Wajah Sendiri

21 Juli 2026
  • Kode Etik
  • Kode Prilaku Perusahaan Pers
  • Tentang Kami
  • Redaksi

© 2026 triggernetmedia development

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Sospolhukam
    • Metropolitan
    • Nasional
    • Internasional
  • Kalbar
    • Pontianak
    • Kayong Utara
    • Ketapang
    • Kubu Raya
    • Kapuas Raya
    • Landak
    • Mempawah
    • Sanggau
    • SingBeBas
    • Kapuas Hulu
  • Ekonomi
    • Keuangan
    • Bisnis
    • Industri
    • Makro
    • IHSG
    • Fintech
  • Edutaiment
    • Literasi
    • Edukasi
    • Budaya
    • Gadgets
    • IT
  • Sport
    • Sepak Bola
    • Kabar Arena
    • Otomotif
  • Infotainment
    • Selebritis
    • Film
    • Music
    • Zodiak
    • Comunity
    • Kekinian
    • Fashion
    • Milenial
  • Kuliner
    • Food
    • Pesona Dunia
    • Pesona Nusantara
  • Pariwara
    • Videotron
    • Foto
    • Kanal Iklan

© 2026 triggernetmedia development