triggernetmedia.com – Penjabat (Pj) Gubernur Kalimantan Barat, Harisson, membuka Seminar Dialog Interaktif dengan tema “Manajemen Moderasi Keberagaman Dalam Menghadapi Pemilu” yang digagas oleh Universitas Widya Dharma di aula mereka di Pontianak, Kamis (5/10).
Dalam Keynote Speech-nya, Penjabat Gubernur Kalimantan Barat, Harisson, mengajak seluruh hadirin, terutama mahasiswa, untuk berkomitmen dalam menyambut Pemilu tahun 2024.
Harisson menekankan pentingnya memberikan apresiasi positif terhadap pesta demokrasi ini, karena hal ini dianggap memiliki nilai strategis dalam mewujudkan pemilu serentak yang aman dan damai di Kalimantan Barat.
“Melalui kegiatan dialog publik ini diharapkan dapat membuktikan adanya komitmen bagi semua pihak untuk mewujudkan pelaksanaan pemilu serentak berjalan aman dan damai di Kalimantan Barat,” ungkap PJ Gubernur Kalbar.
Ia menegaskan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan yang telah berjalan baik di tengah beragamnya suku, etnis, dan agama.
“Pemilu tidak hanya sebagai ajang kontestasi politik, tetapi juga sebagai kesempatan untuk memperkuat rasa kesatuan dan persatuan dari keberagaman bangsa Indonesia,” tambah Harisson.
Ia mendesak agar warga memiliki kesadaran untuk tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang dapat memecah belah persatuan dan untuk menghindari sikap egosentrisme serta kesukuan.
Mengenai isu golongan putih (Golput), Harisson sebagai kepala daerah menyarankan kepada semua warga untuk menggunakan hak pilihnya sebagai warga negara.
Pemerintah juga berkomitmen untuk terus mensosialisasikan pentingnya menggunakan hak pilih sesuai dengan aturan yang berlaku.
Seminar Dialog Interaktif ini diharapkan dapat membantu mempersiapkan masyarakat, terutama generasi muda, dalam menghadapi Pemilu tahun 2024 dengan pemahaman yang baik tentang pentingnya partisipasi dalam proses demokrasi dan menjaga persatuan bangsa.
Acara ini dihadiri oleh berbagai pemateri berkompeten, termasuk Kepala Badan Kesbangpol Provinsi Kalimantan Barat, Anggota KPU Kalimantan Barat, perwakilan dari Polda Kalimantan Barat, dan perwakilan dari kalangan akademisi Universitas Widya Dharma Pontianak.










