triggernetmedia.com – Pakar energi sekaligus mantan Menteri ESDM Arcandra Tahar menilai stok bahan bakar minyak (BBM) Indonesia selama 21 hari bukan merupakan cadangan strategis nasional.
Sebelumnya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyatakan cadangan BBM Indonesia saat ini hanya mampu bertahan sekitar tiga pekan.
Menurut Arcandra, stok tersebut merupakan cadangan operasional milik Pertamina, bukan Strategic Petroleum Reserve (SPR).
“Stok 21 hari itu adalah cadangan operasional Pertamina, bukan cadangan strategis nasional,” kata Arcandra dalam kanal YouTube Forum Keadilan TV, Selasa (10 Maret 2026).
Ia menjelaskan negara-negara anggota Organisation for Economic Co-operation and Development memiliki cadangan minyak strategis yang mampu menopang kebutuhan energi hingga 90 hari tanpa impor.
Kebijakan tersebut diterapkan setelah krisis energi global pada 1973.
Namun, menurut Arcandra, Indonesia belum menerapkan cadangan strategis serupa karena keterbatasan fiskal.
Pembangunan fasilitas penyimpanan minyak dalam jumlah besar membutuhkan investasi yang sangat besar.
Sebagai alternatif, ia mengusulkan skema cadangan minyak strategis berbasis risiko yang memungkinkan pemerintah mengelola pasokan energi secara lebih fleksibel ketika krisis terjadi.
Isu ketahanan energi kembali menjadi perhatian setelah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah yang berpotensi mengganggu distribusi minyak global melalui Selat Hormuz.











