Trigger Netmedia
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Sospolhukam
    • Metropolitan
    • Nasional
    • Internasional
  • Kalbar
    • Pontianak
    • Kayong Utara
    • Ketapang
    • Kubu Raya
    • Kapuas Raya
    • Landak
    • Mempawah
    • Sanggau
    • SingBeBas
    • Kapuas Hulu
  • Ekonomi
    • Keuangan
    • Bisnis
    • Industri
    • Makro
    • IHSG
    • Fintech
  • Edutaiment
    • Literasi
    • Edukasi
    • Budaya
    • Gadgets
    • IT
  • Sport
    • Sepak Bola
    • Kabar Arena
    • Otomotif
  • Infotainment
    • Selebritis
    • Film
    • Music
    • Zodiak
    • Comunity
    • Kekinian
    • Fashion
    • Milenial
  • Kuliner
    • Food
    • Pesona Dunia
    • Pesona Nusantara
  • Pariwara
    • Videotron
    • Foto
    • Kanal Iklan
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Sospolhukam
    • Metropolitan
    • Nasional
    • Internasional
  • Kalbar
    • Pontianak
    • Kayong Utara
    • Ketapang
    • Kubu Raya
    • Kapuas Raya
    • Landak
    • Mempawah
    • Sanggau
    • SingBeBas
    • Kapuas Hulu
  • Ekonomi
    • Keuangan
    • Bisnis
    • Industri
    • Makro
    • IHSG
    • Fintech
  • Edutaiment
    • Literasi
    • Edukasi
    • Budaya
    • Gadgets
    • IT
  • Sport
    • Sepak Bola
    • Kabar Arena
    • Otomotif
  • Infotainment
    • Selebritis
    • Film
    • Music
    • Zodiak
    • Comunity
    • Kekinian
    • Fashion
    • Milenial
  • Kuliner
    • Food
    • Pesona Dunia
    • Pesona Nusantara
  • Pariwara
    • Videotron
    • Foto
    • Kanal Iklan
No Result
View All Result
Trigger Netmedia
No Result
View All Result
Home Kilas Kalbar

Kasus Diare Anak Naik, RSUD Sultan Syarif Alkadrie Ingatkan Risiko Dehidrasi

RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie mencatat 40 kasus diare pada anak hingga pertengahan September 2026

TriggerNetMedia by TriggerNetMedia
17 September 2026
in Headline, Kesehatan, Kilas Kalbar, News, Pelayanan Publik, Pontianak
0
Kasus Diare Anak Naik, RSUD Sultan Syarif Alkadrie Ingatkan Risiko Dehidrasi

Perawat RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie, Afrilia sedang memberikan edukasi kepada pengunjung tentang kasus diare, Kamis (17/9/2026).

0
SHARES
2
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

triggernetmedia.com – Kasus diare pada kelompok anak di Kota Pontianak mengalami peningkatan. Berdasarkan data RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie Kota Pontianak, tercatat 40 kasus diare pada anak sepanjang 1 hingga 14 September 2026.

Peningkatan kasus tersebut mendorong rumah sakit melakukan edukasi kepada masyarakat, khususnya orang tua, mengenai pencegahan dan penanganan diare agar kondisi anak tidak semakin memburuk dan membutuhkan perawatan di rumah sakit.

Perawat RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie, Afrilia, menjelaskan diare merupakan kondisi ketika seseorang buang air besar dengan konsistensi lembek atau cair, bahkan berupa air, dengan frekuensi tiga kali atau lebih dalam sehari.

“Diare dapat disebabkan oleh berbagai faktor. Beberapa penyebab yang umum antara lain virus, kuman atau bakteri, parasit, serta ketidakcocokan terhadap susu yang biasanya terjadi pada bayi,” ujarnya saat memberikan edukasi, Kamis (17/9/2026).

Menurut Afrilia, risiko diare juga dapat meningkat akibat kebiasaan dan kondisi lingkungan yang kurang higienis. Di antaranya makan tanpa mencuci tangan dengan bersih, mengonsumsi air mentah, mengonsumsi makanan yang dihinggapi lalat, serta kondisi lingkungan rumah yang kumuh dan kotor.

Pemberian makanan tambahan selain ASI yang terlalu dini pada bayi juga perlu diperhatikan karena dapat meningkatkan risiko gangguan pencernaan.

Diare dapat disertai sejumlah gejala, seperti perut mulas, tinja encer dan terkadang berdarah, tubuh kekurangan cairan, pusing, lemas, kulit kering, hingga peningkatan suhu tubuh.

Jika tidak segera ditangani, diare dapat menyebabkan kehilangan cairan dalam jumlah besar dan berkembang menjadi dehidrasi. Dalam kondisi berat, dehidrasi dapat menyebabkan penurunan kesadaran dan berisiko mengancam nyawa.

Karena itu, orang tua perlu mengenali tanda-tanda dehidrasi dan segera mencari pertolongan medis apabila kondisi anak memburuk.

Afrilia mengatakan prinsip utama penanganan diare adalah mengganti cairan yang hilang dari tubuh. Anak dapat diberikan larutan oralit atau larutan gula garam sesuai anjuran, serta cairan lain seperti sup dan air putih yang telah dimasak.

Untuk bayi berusia kurang dari enam bulan yang masih mendapatkan ASI, pemberian ASI harus tetap dilanjutkan dan dapat dilakukan lebih sering. Pemberian cairan tambahan seperti oralit perlu disesuaikan dengan kebutuhan dan anjuran tenaga kesehatan.

Selain cairan, kebutuhan nutrisi anak juga harus tetap diperhatikan selama mengalami diare. Anak tetap dianjurkan mendapatkan makanan dan minuman sesuai usianya.

Setelah diare berhenti, anak dianjurkan mendapatkan makanan dalam jumlah lebih banyak setiap hari selama sekitar dua minggu untuk membantu memenuhi kembali kebutuhan nutrisi.

Afrilia juga mengingatkan orang tua agar tidak memberikan obat-obatan kepada anak selama diare, kecuali atas anjuran atau pemberian dari tenaga kesehatan.

Orang tua disarankan segera membawa anak ke dokter atau puskesmas apabila diare tidak membaik dalam tiga hari atau muncul tanda bahaya. Kondisi yang perlu diwaspadai antara lain buang air besar sangat sering, muntah berulang, anak sangat haus, tidak mau makan atau minum seperti biasanya, demam, terdapat darah dalam tinja, anak terlihat sangat lemah, atau ditemukan tanda dehidrasi.

Melalui edukasi tersebut, orang tua dan keluarga diharapkan semakin memahami pencegahan, pengenalan gejala, serta penanganan diare yang tepat pada anak.

“Dengan penanganan yang cepat dan tepat, risiko dehidrasi serta komplikasi akibat diare dapat diminimalkan,” pungkasnya.

About Author

TriggerNetMedia

See author's posts

Tags: # pencegahan diareDehidrasi anakDiare anak Pontianakdiare pada anakKasus diare PontianakKesehatan anak PontianakOralit untuk anakPenanganan diareRSUD Sultan Syarif Alkadrie
Previous Post

Prabowo Instruksikan Kapolri Usut Unsur Pidana Kasus Karhutla Sumatera-Kalimantan

Next Post

DPR Soroti 94 Korban Gempa NTT Meninggal di Pengungsian

TriggerNetMedia

TriggerNetMedia

Next Post
DPR Soroti 94 Korban Gempa NTT Meninggal di Pengungsian

DPR Soroti 94 Korban Gempa NTT Meninggal di Pengungsian

Stay Connected test

  • 24k Followers
  • 24k Followers
  • 99 Subscribers
  • Trending
  • Comments
  • Latest
AKI dan AKB Masih Tinggi, Indonesia Terpaut Jauh dari Target SDGs

AKI dan AKB Masih Tinggi, Indonesia Terpaut Jauh dari Target SDGs

16 Juli 2025
Jabat Dewan Syuro, Anggota Komisi Fatwa MUI Berperan Beri Masukan dan Nasihat ke JI

Jabat Dewan Syuro, Anggota Komisi Fatwa MUI Berperan Beri Masukan dan Nasihat ke JI

17 November 2021
Kronologi Polemik Ijazah Jokowi: Dari Gugatan Hukum hingga Drama Politik

Kronologi Polemik Ijazah Jokowi: Dari Gugatan Hukum hingga Drama Politik

18 Juli 2025
Status PPPK Paruh Waktu Dihapus, Revisi UU ASN Kembalikan Struktur Dua Pilar

Status PPPK Paruh Waktu Dihapus, Revisi UU ASN Kembalikan Struktur Dua Pilar

26 November 2025
Bandara Rahadi Oesman Ketapang Hentikan Sementara Layanan Penerbangan Komersial

Bandara Rahadi Oesman Ketapang Hentikan Sementara Layanan Penerbangan Komersial

0
2 Hari Hilang, Nelayan Tewas Mengambang di Pantai Cipalawah Garut

2 Hari Hilang, Nelayan Tewas Mengambang di Pantai Cipalawah Garut

0
14 Tahun Terbunuhnya Munir, Polri Didesak Bentuk Tim Khusus

14 Tahun Terbunuhnya Munir, Polri Didesak Bentuk Tim Khusus

0
Prabowo Resmikan Kantor DPD Gerindra di Banten

Prabowo Resmikan Kantor DPD Gerindra di Banten

0
Perubahan APBD Pontianak 2026 Capai Rp2,156 Triliun

Perubahan APBD Pontianak 2026 Capai Rp2,156 Triliun

18 September 2026
Pelabuhan Seng Hie Ditata, Pemkot Pontianak Dorong Retribusi Cashless

Pelabuhan Seng Hie Ditata, Pemkot Pontianak Dorong Retribusi Cashless

18 September 2026
Sanksi Karhutla Diperberat, Kementerian Hukum Siapkan Reformasi Regulasi

Sanksi Karhutla Diperberat, Kementerian Hukum Siapkan Reformasi Regulasi

18 September 2026
Penerima Makan Bergizi Gratis Tembus 55,1 Juta Orang per Hari, Kemenkes Perketat Pengawasan Pangan

BPKN Perkuat Perlindungan Konsumen dalam Program MBG

18 September 2026

Recent News

Perubahan APBD Pontianak 2026 Capai Rp2,156 Triliun

Perubahan APBD Pontianak 2026 Capai Rp2,156 Triliun

18 September 2026
Pelabuhan Seng Hie Ditata, Pemkot Pontianak Dorong Retribusi Cashless

Pelabuhan Seng Hie Ditata, Pemkot Pontianak Dorong Retribusi Cashless

18 September 2026
Sanksi Karhutla Diperberat, Kementerian Hukum Siapkan Reformasi Regulasi

Sanksi Karhutla Diperberat, Kementerian Hukum Siapkan Reformasi Regulasi

18 September 2026
Penerima Makan Bergizi Gratis Tembus 55,1 Juta Orang per Hari, Kemenkes Perketat Pengawasan Pangan

BPKN Perkuat Perlindungan Konsumen dalam Program MBG

18 September 2026
  • Kode Etik
  • Kode Prilaku Perusahaan Pers
  • Tentang Kami
  • Redaksi

© 2026 triggernetmedia development

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Sospolhukam
    • Metropolitan
    • Nasional
    • Internasional
  • Kalbar
    • Pontianak
    • Kayong Utara
    • Ketapang
    • Kubu Raya
    • Kapuas Raya
    • Landak
    • Mempawah
    • Sanggau
    • SingBeBas
    • Kapuas Hulu
  • Ekonomi
    • Keuangan
    • Bisnis
    • Industri
    • Makro
    • IHSG
    • Fintech
  • Edutaiment
    • Literasi
    • Edukasi
    • Budaya
    • Gadgets
    • IT
  • Sport
    • Sepak Bola
    • Kabar Arena
    • Otomotif
  • Infotainment
    • Selebritis
    • Film
    • Music
    • Zodiak
    • Comunity
    • Kekinian
    • Fashion
    • Milenial
  • Kuliner
    • Food
    • Pesona Dunia
    • Pesona Nusantara
  • Pariwara
    • Videotron
    • Foto
    • Kanal Iklan

© 2026 triggernetmedia development