triggernetmedia.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika memprediksi musim kemarau 2026 di Indonesia akan berlangsung lebih kering dari biasanya di sebagian besar wilayah.
Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, mengatakan kondisi tersebut juga berpotensi menyebabkan durasi musim kemarau lebih panjang.
“Dengan kondisi ini, durasi musim kemarau di 57,2 persen wilayah Indonesia diprediksi lebih panjang dari normalnya,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (6/5/2026).
BMKG mencatat hanya sekitar 0,4 persen wilayah atau tiga Zona Musim (ZOM) di Gorontalo dan Sulawesi Tenggara yang berpotensi mengalami kemarau lebih basah dari normal.
Menurut Faisal, kondisi ini dipengaruhi dinamika iklim global. Fenomena La Niña lemah yang berakhir pada Februari 2026 telah bergeser ke fase netral dan berpotensi berkembang menjadi El Niño pada pertengahan tahun.
“Hasil pemantauan menunjukkan kondisi ENSO saat ini berada pada angka -0,28 atau netral dan diprediksi bertahan hingga Juni 2026,” katanya.
BMKG memperkirakan peluang kemunculan El Niño kategori lemah hingga moderat pada semester kedua 2026 mencapai 50–60 persen. Sementara itu, fenomena Indian Ocean Dipole (IOD) diprediksi tetap berada pada fase netral sepanjang tahun.
BMKG juga memprediksi puncak musim kemarau akan terjadi pada Agustus 2026 dan mencakup sekitar 61,4 persen wilayah Indonesia.
Wilayah yang berpotensi mengalami kondisi kering meliputi Sumatra bagian tengah dan selatan, Jawa Tengah hingga Jawa Timur, sebagian besar Kalimantan dan Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara, serta sebagian Maluku dan Papua.
BMKG mengingatkan kondisi kemarau yang lebih kering dan panjang berpotensi menimbulkan risiko pada sektor pangan dan sumber daya air.
“Langkah ini harus dibarengi dengan penguatan sektor sumber daya air melalui revitalisasi waduk dan perbaikan jaringan distribusi demi menjamin ketersediaan air bersih,” ujar Faisal.
BMKG menegaskan prediksi tersebut merupakan peringatan dini yang perlu segera ditindaklanjuti oleh para pemangku kepentingan untuk meminimalkan risiko kekeringan.



