Trigger Netmedia
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Sospolhukam
    • Metropolitan
    • Nasional
    • Internasional
  • Kalbar
    • Pontianak
    • Kayong Utara
    • Ketapang
    • Kubu Raya
    • Kapuas Raya
    • Landak
    • Mempawah
    • Sanggau
    • SingBeBas
    • Kapuas Hulu
  • Ekonomi
    • Keuangan
    • Bisnis
    • Industri
    • Makro
    • IHSG
    • Fintech
  • Edutaiment
    • Literasi
    • Edukasi
    • Budaya
    • Gadgets
    • IT
  • Sport
    • Sepak Bola
    • Kabar Arena
    • Otomotif
  • Infotainment
    • Selebritis
    • Film
    • Music
    • Zodiak
    • Comunity
    • Kekinian
    • Fashion
    • Milenial
  • Kuliner
    • Food
    • Pesona Dunia
    • Pesona Nusantara
  • Pariwara
    • Videotron
    • Foto
    • Kanal Iklan
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Sospolhukam
    • Metropolitan
    • Nasional
    • Internasional
  • Kalbar
    • Pontianak
    • Kayong Utara
    • Ketapang
    • Kubu Raya
    • Kapuas Raya
    • Landak
    • Mempawah
    • Sanggau
    • SingBeBas
    • Kapuas Hulu
  • Ekonomi
    • Keuangan
    • Bisnis
    • Industri
    • Makro
    • IHSG
    • Fintech
  • Edutaiment
    • Literasi
    • Edukasi
    • Budaya
    • Gadgets
    • IT
  • Sport
    • Sepak Bola
    • Kabar Arena
    • Otomotif
  • Infotainment
    • Selebritis
    • Film
    • Music
    • Zodiak
    • Comunity
    • Kekinian
    • Fashion
    • Milenial
  • Kuliner
    • Food
    • Pesona Dunia
    • Pesona Nusantara
  • Pariwara
    • Videotron
    • Foto
    • Kanal Iklan
No Result
View All Result
Trigger Netmedia
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Pembiayaan UMKM Tak Cukup Digenjot, Pasar Produk Harus Diperkuat

Menteri UMKM Maman Abdurrahman mengingatkan peningkatan pembiayaan harus diikuti penguatan pasar agar modal yang diterima pelaku usaha tidak berujung pada kredit macet.

TriggerNetMedia by TriggerNetMedia
12 Agustus 2026
in Bisnis, Ekonomi, Headline, Keuangan, Nasional, News
0
Pembiayaan UMKM Tak Cukup Digenjot, Pasar Produk Harus Diperkuat

Menteri UMKM RI Maman Abdurrahman

0
SHARES
7
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

triggernetmedia.com – Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman mengingatkan pemerintah dan sektor perbankan agar tidak hanya mengejar peningkatan penyaluran pembiayaan kepada pelaku UMKM.

Menurut Maman, tambahan modal tidak otomatis membuat usaha berkembang jika pelaku UMKM tidak memiliki pasar yang cukup untuk menjual produknya. Tanpa kemampuan menjangkau konsumen, peningkatan pembiayaan justru berisiko berujung pada kredit macet.

Saat ini, akses pembiayaan UMKM telah mencapai lebih dari Rp1.500 triliun. Namun, porsi pembiayaan UMKM masih berada di angka 16,8 persen dari total alokasi perbankan.

Angka tersebut masih berada di bawah target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) yang menetapkan porsi pembiayaan UMKM sekitar 25 persen.

“RPJMN kita itu memerintahkan kurang lebih 25 persen dari total alokasi perbankan kita, alokasi keuangan kita. Sampai hari ini kita baru tembus di angka 16,8 persen. Artinya masih kurang lebih 8 persen lagi,” ujar Maman dalam sambutannya pada acara UMKM Finance Summit di Jakarta, Selasa (11/8/2026).

Maman mengatakan pemerintah sebenarnya memiliki ruang untuk mendorong Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan perbankan meningkatkan penyaluran pembiayaan. Namun, menurut dia, kebijakan tersebut tidak boleh berhenti pada pencapaian nominal.

Ia menilai peningkatan pembiayaan harus diikuti dengan kemampuan UMKM menghasilkan pendapatan. Jika produk yang dihasilkan tidak terserap pasar, pelaku usaha akan kesulitan mengembalikan pinjaman.

“Saya rasa gampang sekali kalau kita mau nekan OJK, nekan perbankan untuk gimana caranya mereka naikkan itu akses pembiayaan. Tapi pertanyaannya, pada saat kita naikkan akses pembiayaan itu, nilai kita sekarang Rp1.500 triliun, lalu kita genjot sampai kurang lebih Rp2.000 triliun, tapi kalau misalnya UMKM-nya dia nggak bisa jual barangnya, akhirnya ujung-ujungnya kredit macet juga,” bebernya.

Modal Ada, Produk Tak Terserap

Maman menilai persoalan yang dihadapi UMKM tidak selalu berada pada sisi permodalan.

Sebagian pelaku usaha telah memperoleh modal, mengikuti pelatihan, hingga mendapatkan dukungan untuk meningkatkan kapasitas produksi. Namun, setelah produk selesai dibuat, tantangan berikutnya muncul: bagaimana menjualnya.

“UMKM-nya sudah kita kasih modal, kita berikan pelatihan, kita buka peningkatan kapasitas produksi bagaimana caranya mereka bisa produksi barang sebagus-bagusnya, tetapi yang jadi masalah pada saat dia sudah produksi barang, dia mau jual ke pasar, barangnya nggak laku. Barangnya nggak laku,” jelas Maman.

Karena itu, pemerintah dinilai perlu memperkuat sisi hilir UMKM, terutama akses pasar dan daya saing produk.

Menurut Maman, pasar domestik Indonesia masih menghadapi tantangan karena produk UMKM harus berhadapan langsung dengan barang impor.

“Ya macam-macam, tapi faktor yang paling besar adalah pasar domestik kita becek. Pasar domestik kita dipenuhi dengan produk-produk barang impor. Yang mau nggak mau UMKM kita dihadapkan pada sebuah situasi dia harus head-to-head dengan produk-produk barang luar,” ujarnya.

Pembiayaan Harus Berjalan Bersama Pasar

Maman menegaskan peningkatan pembiayaan UMKM tetap penting, tetapi harus dilakukan bersamaan dengan pembenahan di sisi pasar.

Pemerintah tidak cukup hanya memastikan pelaku usaha memperoleh modal. Produk yang dihasilkan juga harus memiliki peluang untuk diserap pasar agar usaha mampu tumbuh dan memenuhi kewajiban pembiayaannya.

Jika pembiayaan terus diperbesar tanpa memperhatikan kemampuan UMKM menjual produknya, risiko kredit bermasalah justru dapat meningkat.

“Ujung-ujungnya NPL-nya naik, akhirnya problem sosial. Nah, kalau yang datang ke perbankan urusannya cuman urusan kredit macet, tapi kalau UMKM datang ke Kementerian UMKM, urusannya problem sosial,” kata Maman.

Menurut dia, kredit macet pada sektor UMKM tidak hanya menjadi persoalan bagi industri perbankan. Dampaknya dapat meluas menjadi persoalan sosial ketika pelaku usaha kehilangan kemampuan menjalankan usahanya dan memenuhi kewajiban finansial.

Karena itu, Maman mendorong agar perkembangan UMKM tidak lagi diukur hanya dari besarnya pembiayaan yang disalurkan.

“Artinya dalam kesempatan hari ini, saya juga ingin coba mulai kita melihat dari beberapa perspektif yang itu tidak hanya sekadar dilihat dari aspek pembiayaan. Dan itu saling berkaitan dengan seluruh aspek,” tuturnya.

Dengan demikian, penguatan UMKM membutuhkan pendekatan yang lebih menyeluruh, mulai dari akses modal, peningkatan kapasitas produksi, penguatan daya saing, hingga pembukaan akses pasar.

Bagi Maman, modal hanyalah salah satu bagian dari rantai pertumbuhan UMKM. Tanpa pasar yang mampu menyerap produk, tambahan pembiayaan justru dapat berubah menjadi beban baru bagi pelaku usaha maupun perbankan.

About Author

TriggerNetMedia

See author's posts

Tags: # produk imporAkses pembiayaan UMKMKementerian UMKMkredit macet UMKMkredit umkmMaman AbdurrahmanNPL UMKMOJK dan UMKMpasar produk UMKMpembiayaan UMKMpembiayaan UMKM Rp1.500 triliunperbankan dan UMKMpinjaman modal UMKMUMKM 2026UMKM Finance Summit
Previous Post

Gambut Terbakar dalam Hitungan Hari, Pulihnya Bisa Puluhan Tahun

Next Post

Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,29 Persen, tapi Dunia Usaha Belum Sepenuhnya Bernapas Lega

TriggerNetMedia

TriggerNetMedia

Next Post
Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,29 Persen, tapi Dunia Usaha Belum Sepenuhnya Bernapas Lega

Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,29 Persen, tapi Dunia Usaha Belum Sepenuhnya Bernapas Lega

Stay Connected test

  • 24k Followers
  • 24k Followers
  • 99 Subscribers
  • Trending
  • Comments
  • Latest
AKI dan AKB Masih Tinggi, Indonesia Terpaut Jauh dari Target SDGs

AKI dan AKB Masih Tinggi, Indonesia Terpaut Jauh dari Target SDGs

16 Juli 2025
Jabat Dewan Syuro, Anggota Komisi Fatwa MUI Berperan Beri Masukan dan Nasihat ke JI

Jabat Dewan Syuro, Anggota Komisi Fatwa MUI Berperan Beri Masukan dan Nasihat ke JI

17 November 2021
Kronologi Polemik Ijazah Jokowi: Dari Gugatan Hukum hingga Drama Politik

Kronologi Polemik Ijazah Jokowi: Dari Gugatan Hukum hingga Drama Politik

18 Juli 2025
Honda Civic Genio, Mobil Legendaris dengan Kelebihan dan Kekurangan

Honda Civic Genio, Mobil Legendaris dengan Kelebihan dan Kekurangan

3 April 2024
Bandara Rahadi Oesman Ketapang Hentikan Sementara Layanan Penerbangan Komersial

Bandara Rahadi Oesman Ketapang Hentikan Sementara Layanan Penerbangan Komersial

0
2 Hari Hilang, Nelayan Tewas Mengambang di Pantai Cipalawah Garut

2 Hari Hilang, Nelayan Tewas Mengambang di Pantai Cipalawah Garut

0
14 Tahun Terbunuhnya Munir, Polri Didesak Bentuk Tim Khusus

14 Tahun Terbunuhnya Munir, Polri Didesak Bentuk Tim Khusus

0
Prabowo Resmikan Kantor DPD Gerindra di Banten

Prabowo Resmikan Kantor DPD Gerindra di Banten

0
Mengenal Keturunan Soekarno yang Masih Hidup hingga Kini, dari Anak hingga Cicit

Mengenal Keturunan Soekarno yang Masih Hidup hingga Kini, dari Anak hingga Cicit

27 September 2026
AI Mulai Masuk ke UKM, Data Jadi Fondasi Smart Factory

AI Mulai Masuk ke UKM, Data Jadi Fondasi Smart Factory

27 September 2026
Meta Nonaktifkan 184 Ribu Akun Anak di Indonesia, Pemerintah Minta Percepatan

Meta Nonaktifkan 184 Ribu Akun Anak di Indonesia, Pemerintah Minta Percepatan

27 September 2026
Pembelajaran Tatap Muka di Pontianak Kembali Digelar Mulai 28 September

Pembelajaran Tatap Muka di Pontianak Kembali Digelar Mulai 28 September

27 September 2026

Recent News

Mengenal Keturunan Soekarno yang Masih Hidup hingga Kini, dari Anak hingga Cicit

Mengenal Keturunan Soekarno yang Masih Hidup hingga Kini, dari Anak hingga Cicit

27 September 2026
AI Mulai Masuk ke UKM, Data Jadi Fondasi Smart Factory

AI Mulai Masuk ke UKM, Data Jadi Fondasi Smart Factory

27 September 2026
Meta Nonaktifkan 184 Ribu Akun Anak di Indonesia, Pemerintah Minta Percepatan

Meta Nonaktifkan 184 Ribu Akun Anak di Indonesia, Pemerintah Minta Percepatan

27 September 2026
Pembelajaran Tatap Muka di Pontianak Kembali Digelar Mulai 28 September

Pembelajaran Tatap Muka di Pontianak Kembali Digelar Mulai 28 September

27 September 2026
  • Kode Etik
  • Kode Prilaku Perusahaan Pers
  • Tentang Kami
  • Redaksi

© 2026 triggernetmedia development

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Sospolhukam
    • Metropolitan
    • Nasional
    • Internasional
  • Kalbar
    • Pontianak
    • Kayong Utara
    • Ketapang
    • Kubu Raya
    • Kapuas Raya
    • Landak
    • Mempawah
    • Sanggau
    • SingBeBas
    • Kapuas Hulu
  • Ekonomi
    • Keuangan
    • Bisnis
    • Industri
    • Makro
    • IHSG
    • Fintech
  • Edutaiment
    • Literasi
    • Edukasi
    • Budaya
    • Gadgets
    • IT
  • Sport
    • Sepak Bola
    • Kabar Arena
    • Otomotif
  • Infotainment
    • Selebritis
    • Film
    • Music
    • Zodiak
    • Comunity
    • Kekinian
    • Fashion
    • Milenial
  • Kuliner
    • Food
    • Pesona Dunia
    • Pesona Nusantara
  • Pariwara
    • Videotron
    • Foto
    • Kanal Iklan

© 2026 triggernetmedia development