Trigger Netmedia
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Sospolhukam
    • Metropolitan
    • Nasional
    • Internasional
  • Kalbar
    • Pontianak
    • Kayong Utara
    • Ketapang
    • Kubu Raya
    • Kapuas Raya
    • Landak
    • Mempawah
    • Sanggau
    • SingBeBas
    • Kapuas Hulu
  • Ekonomi
    • Keuangan
    • Bisnis
    • Industri
    • Makro
    • IHSG
    • Fintech
  • Edutaiment
    • Literasi
    • Edukasi
    • Budaya
    • Gadgets
    • IT
  • Sport
    • Sepak Bola
    • Kabar Arena
    • Otomotif
  • Infotainment
    • Selebritis
    • Film
    • Music
    • Zodiak
    • Comunity
    • Kekinian
    • Fashion
    • Milenial
  • Kuliner
    • Food
    • Pesona Dunia
    • Pesona Nusantara
  • Pariwara
    • Videotron
    • Foto
    • Kanal Iklan
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Sospolhukam
    • Metropolitan
    • Nasional
    • Internasional
  • Kalbar
    • Pontianak
    • Kayong Utara
    • Ketapang
    • Kubu Raya
    • Kapuas Raya
    • Landak
    • Mempawah
    • Sanggau
    • SingBeBas
    • Kapuas Hulu
  • Ekonomi
    • Keuangan
    • Bisnis
    • Industri
    • Makro
    • IHSG
    • Fintech
  • Edutaiment
    • Literasi
    • Edukasi
    • Budaya
    • Gadgets
    • IT
  • Sport
    • Sepak Bola
    • Kabar Arena
    • Otomotif
  • Infotainment
    • Selebritis
    • Film
    • Music
    • Zodiak
    • Comunity
    • Kekinian
    • Fashion
    • Milenial
  • Kuliner
    • Food
    • Pesona Dunia
    • Pesona Nusantara
  • Pariwara
    • Videotron
    • Foto
    • Kanal Iklan
No Result
View All Result
Trigger Netmedia
No Result
View All Result
Home Nasional

Gambut Terbakar dalam Hitungan Hari, Pulihnya Bisa Puluhan Tahun

Karhutla di kawasan gambut meninggalkan kerusakan jangka panjang. Lahan yang kembali hijau belum tentu pulih karena struktur ekosistem, keanekaragaman hayati, dan fungsi hidrologis membutuhkan waktu puluhan tahun untuk kembali mendekati kondisi semula.

TriggerNetMedia by TriggerNetMedia
12 Agustus 2026
in Headline, lingkungan, Nasional, News, Sorotan, Sospolhukam
0
Gambut Terbakar dalam Hitungan Hari, Pulihnya Bisa Puluhan Tahun

Petugas dari Manggala Agni Daops Sumatera XIV-Banyuasin berusaha memadamkan kebakaran lahan di Desa Arisan Jaya, Pemulutan Barat, Ogan Ilir (OI), Sumatera Selatan, Senin (3/8/2026).[ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/wsj]

0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

triggernetmedia.com – Api karhutla mungkin dapat dipadamkan dalam hitungan hari. Namun, bagi ekosistem gambut, berakhirnya kobaran api bukan berarti persoalan selesai.

Kerusakan yang ditinggalkan kebakaran dapat berlangsung jauh lebih lama. Vegetasi memang bisa kembali tumbuh dan membuat lahan terlihat hijau, tetapi pemulihan ekosistem gambut membutuhkan proses panjang, bahkan dapat mencapai puluhan tahun.

Dosen Fakultas Kehutanan UGM Fiqri Ardiansyah mengatakan, lama pemulihan sangat bergantung pada kondisi ekosistem sebelum terbakar dan seberapa parah kerusakan yang terjadi.

Semakin besar gangguan yang ditimbulkan, semakin panjang waktu yang diperlukan agar ekosistem kembali mendekati kondisi semula.

“Yang bisa dikembalikan itu secara yang paling cepat itu adalah bagaimana mengembalikan penutupannya dulu,” kata Fiqri kepada Suara.com, Selasa (11/8/2026).

Namun, kembalinya tutupan vegetasi bukan berarti hutan telah pulih sepenuhnya.

“ Tapi kalau secara hijau lagi belum tentu itu strukturnya mendekati yang sebelumnya, biodiversitasnya mendekati yang sebelumnya,” ujarnya.

Lahan Kembali Hijau, Ekosistem Belum Pulih

Beberapa waktu setelah kebakaran, rumput, semak, dan tumbuhan pionir mulai tumbuh. Dari kejauhan, kawasan yang sebelumnya terbakar dapat terlihat kembali hijau.

Namun, kondisi tersebut berbeda dengan hutan yang telah terbentuk selama bertahun-tahun. Hutan alami memiliki struktur vegetasi yang lebih kompleks, jenis tumbuhan yang beragam, serta sistem perakaran yang memainkan peran penting bagi keseimbangan ekosistem.

Setelah mengalami kebakaran, kawasan harus melewati proses suksesi. Vegetasi kembali tumbuh secara bertahap, dimulai dari jenis-jenis tumbuhan sederhana hingga akhirnya berkembang menjadi vegetasi yang lebih kompleks.

“Jadi ada fase suksesinya dan itu sangat lama kalau kemudian kembali mendekati kondisi sebelumnya,” ungkap Fiqri.

Karena itu, warna hijau yang muncul setelah kebakaran tidak dapat menjadi satu-satunya ukuran keberhasilan rehabilitasi.

Gambut Memiliki Masalah yang Lebih Kompleks

Pemulihan menjadi jauh lebih rumit ketika api membakar lapisan gambut.

Gambut bukan sekadar tanah tempat tumbuhnya tanaman. Lapisan organik tersebut terbentuk melalui proses alami yang berlangsung sangat lama dan menyimpan air dalam jumlah besar.

Ketika gambut terbakar dan lapisannya mengalami kerusakan berat, fungsi kawasan dapat berubah. Kemampuan gambut dalam menyimpan dan mengatur air ikut terganggu.

“Untuk gambut itu perlu waktu yang betul-betul sangat lama karena pembentukan gambut itu dengan ketebalan tertentu pun juga ratusan bahkan mungkin ribuan tahun itu untuk pembentukannya,” jelas Fiqri.

Kerusakan lapisan gambut juga dapat mengubah pola genangan. Kawasan yang kehilangan lapisan gambut dapat lebih mudah tergenang ketika air melimpah, tetapi cepat mengering saat musim kemarau.

Siklus tersebut membuat kawasan semakin rentan terhadap kebakaran berikutnya.

Api Padam, Bara dan Kerusakan Masih Tertinggal

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa dampak karhutla tidak berhenti ketika asap menghilang dan api dinyatakan padam.

Pada kawasan yang terbakar berat, kerusakan dapat memengaruhi struktur ekosistem dalam jangka panjang. Hilangnya vegetasi, rusaknya lapisan gambut, serta perubahan tata air membuat proses pemulihan menjadi semakin kompleks.

Pemulihan juga tidak bisa hanya dilakukan dengan menanam pohon.

Vegetasi yang ditanam harus mampu berkembang dalam ekosistem yang sesuai, sementara kondisi hidrologis gambut perlu dijaga agar tetap basah. Tanpa perbaikan tata air, kawasan gambut yang telah terdegradasi tetap rentan mengalami kekeringan dan kebakaran berulang.

Karena itu, keberhasilan rehabilitasi seharusnya dilihat dari berbagai aspek, mulai dari kembalinya vegetasi, keanekaragaman hayati, struktur ekosistem, hingga fungsi hidrologis.

Puluhan Tahun untuk Mendekati Kondisi Semula

Pemulihan ekosistem merupakan proses bertahap. Hutan tidak dapat kembali menjadi seperti sebelum kebakaran hanya dalam beberapa musim.

Menurut Fiqri, sejumlah kajian menunjukkan bahwa pemulihan fungsi ekosistem dapat berlangsung lebih dari puluhan tahun.

“Di studi itu bisa sampai lebih dari puluhan tahun itu terus kemudian untuk bisa kembali fungsinya mendekati yang sebelumnya,” pungkasnya.

Kondisi tersebut memperlihatkan betapa panjangnya dampak sebuah kebakaran. Api dapat muncul akibat satu sumber pembakaran dan meluas dalam waktu singkat, tetapi kerusakan yang ditinggalkannya dapat membutuhkan waktu puluhan tahun untuk dipulihkan.

Terlebih di kawasan gambut, proses pembentukan lapisan gambut sendiri berlangsung selama ratusan hingga ribuan tahun.

Karena itu, mencegah kebakaran menjadi jauh lebih penting daripada sekadar memulihkan lahan setelah api padam. Ketika gambut sudah terbakar dan mengalami kerusakan berat, waktu yang dibutuhkan untuk mengembalikan fungsinya tidak sebanding dengan waktu yang diperlukan untuk memicu kebakaran.

About Author

TriggerNetMedia

See author's posts

Tags: dampak kebakaran gambutEkosistem gambutFiqri Ardiansyah UGMfungsi hidrologis gambutgambut pascakarhutlakarhutla Indonesiakarhutla lahan gambutKebakaran Hutan dan Lahankerusakan ekosistem gambutpemulihan ekosistempemulihan gambutrehabilitasi lahan gambut
Previous Post

Karhutla Meluas, Mengapa Api di Indonesia Sulit Dipadamkan?

TriggerNetMedia

TriggerNetMedia

Stay Connected test

  • 24k Followers
  • 23.9k Followers
  • 99 Subscribers
  • Trending
  • Comments
  • Latest
AKI dan AKB Masih Tinggi, Indonesia Terpaut Jauh dari Target SDGs

AKI dan AKB Masih Tinggi, Indonesia Terpaut Jauh dari Target SDGs

16 Juli 2025
Jabat Dewan Syuro, Anggota Komisi Fatwa MUI Berperan Beri Masukan dan Nasihat ke JI

Jabat Dewan Syuro, Anggota Komisi Fatwa MUI Berperan Beri Masukan dan Nasihat ke JI

17 November 2021
Kronologi Polemik Ijazah Jokowi: Dari Gugatan Hukum hingga Drama Politik

Kronologi Polemik Ijazah Jokowi: Dari Gugatan Hukum hingga Drama Politik

18 Juli 2025
Status PPPK Paruh Waktu Dihapus, Revisi UU ASN Kembalikan Struktur Dua Pilar

Status PPPK Paruh Waktu Dihapus, Revisi UU ASN Kembalikan Struktur Dua Pilar

26 November 2025
Bandara Rahadi Oesman Ketapang Hentikan Sementara Layanan Penerbangan Komersial

Bandara Rahadi Oesman Ketapang Hentikan Sementara Layanan Penerbangan Komersial

0
2 Hari Hilang, Nelayan Tewas Mengambang di Pantai Cipalawah Garut

2 Hari Hilang, Nelayan Tewas Mengambang di Pantai Cipalawah Garut

0
14 Tahun Terbunuhnya Munir, Polri Didesak Bentuk Tim Khusus

14 Tahun Terbunuhnya Munir, Polri Didesak Bentuk Tim Khusus

0
Prabowo Resmikan Kantor DPD Gerindra di Banten

Prabowo Resmikan Kantor DPD Gerindra di Banten

0
Gambut Terbakar dalam Hitungan Hari, Pulihnya Bisa Puluhan Tahun

Gambut Terbakar dalam Hitungan Hari, Pulihnya Bisa Puluhan Tahun

12 Agustus 2026
Karhutla Meluas, Mengapa Api di Indonesia Sulit Dipadamkan?

Karhutla Meluas, Mengapa Api di Indonesia Sulit Dipadamkan?

12 Agustus 2026
Kreator Muda Pontianak Diajak Rancang Logo Hari Jadi ke-255

Kreator Muda Pontianak Diajak Rancang Logo Hari Jadi ke-255

11 Agustus 2026
Pemkot Pontianak Salurkan Bansos Rp600 Ribu kepada 670 Warga Berpenghasilan Rendah

Pemkot Pontianak Salurkan Bansos Rp600 Ribu kepada 670 Warga Berpenghasilan Rendah

11 Agustus 2026

Recent News

Gambut Terbakar dalam Hitungan Hari, Pulihnya Bisa Puluhan Tahun

Gambut Terbakar dalam Hitungan Hari, Pulihnya Bisa Puluhan Tahun

12 Agustus 2026
Karhutla Meluas, Mengapa Api di Indonesia Sulit Dipadamkan?

Karhutla Meluas, Mengapa Api di Indonesia Sulit Dipadamkan?

12 Agustus 2026
Kreator Muda Pontianak Diajak Rancang Logo Hari Jadi ke-255

Kreator Muda Pontianak Diajak Rancang Logo Hari Jadi ke-255

11 Agustus 2026
Pemkot Pontianak Salurkan Bansos Rp600 Ribu kepada 670 Warga Berpenghasilan Rendah

Pemkot Pontianak Salurkan Bansos Rp600 Ribu kepada 670 Warga Berpenghasilan Rendah

11 Agustus 2026
  • Kode Etik
  • Kode Prilaku Perusahaan Pers
  • Tentang Kami
  • Redaksi

© 2026 triggernetmedia development

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Sospolhukam
    • Metropolitan
    • Nasional
    • Internasional
  • Kalbar
    • Pontianak
    • Kayong Utara
    • Ketapang
    • Kubu Raya
    • Kapuas Raya
    • Landak
    • Mempawah
    • Sanggau
    • SingBeBas
    • Kapuas Hulu
  • Ekonomi
    • Keuangan
    • Bisnis
    • Industri
    • Makro
    • IHSG
    • Fintech
  • Edutaiment
    • Literasi
    • Edukasi
    • Budaya
    • Gadgets
    • IT
  • Sport
    • Sepak Bola
    • Kabar Arena
    • Otomotif
  • Infotainment
    • Selebritis
    • Film
    • Music
    • Zodiak
    • Comunity
    • Kekinian
    • Fashion
    • Milenial
  • Kuliner
    • Food
    • Pesona Dunia
    • Pesona Nusantara
  • Pariwara
    • Videotron
    • Foto
    • Kanal Iklan

© 2026 triggernetmedia development