triggernetmedia.com – Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, menemui massa demonstran di Kantor Gubernur Kalbar, Senin, 27 April 2026. Ia didampingi Wakil Gubernur Krisantus Kurniawan untuk menjelaskan sejumlah isu, mulai dari konflik sosial di Air Upas hingga capaian pembangunan daerah.
Ria Norsan menyebut konflik di Air Upas dipicu persaingan usaha dan kecemburuan sosial. Ia juga mengingatkan adanya potensi provokasi di tengah masyarakat.
“Ini masalah ketertiban masyarakat yang berkaitan dengan dunia usaha. Jangan sampai masyarakat mudah diadu domba,” ujarnya.
Kasus pembakaran gudang dalam konflik tersebut kini ditangani Polda Kalimantan Barat. Dua orang telah ditetapkan sebagai tersangka, sementara satu lainnya masih buron.
Menanggapi keluhan infrastruktur, Ria Norsan memaparkan peningkatan kualitas jalan. Persentase jalan mantap naik dari 61 persen pada 2024 menjadi 65 persen per April 2026. Pemerintah menargetkan angka tersebut mencapai 80 persen pada 2029.
Ia mengakui keterbatasan anggaran dari pusat, namun menegaskan perbaikan jalan tetap dilakukan melalui kolaborasi dengan pemerintah kabupaten dan kota.
Di sektor pembangunan manusia, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kalimantan Barat meningkat dari 71,19 pada 2024 menjadi 72,09 pada 2026. Untuk menekan angka putus sekolah, pemerintah daerah akan melibatkan sektor swasta melalui pendidikan vokasi dan program Paket A, B, dan C.
Dalam pertemuan itu, Ria Norsan juga meminta mahasiswa menyampaikan tuntutan secara tertulis agar dapat ditindaklanjuti. Ia mengajak semua pihak mengedepankan dialog dalam menyelesaikan persoalan.
“Kita cari solusi bersama dan kawal pembangunan Kalimantan Barat,” kata dia.




