triggernetmedia.com – Api melalap enam rumah di Jalan Parwasal, Kelurahan Siantan Tengah, Kecamatan Pontianak Utara, Rabu (25/3/2026) malam. Yang tersisa hanyalah puing dan sisa arang bangunan milik warga.
Di antara korban, Wakil (44) hanya bisa menatap bengkel motornya yang hangus. Usaha yang baru ia rintis enam bulan terakhir itu kini lenyap dalam semalam.
“Baru mulai, masih sewa, tapi sudah habis terbakar,” ujarnya pelan.
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono datang ke lokasi keesokan harinya. Ia menyerahkan bantuan darurat berupa kasur, peralatan memasak, selimut, hingga makanan siap saji kepada warga terdampak.
Menurut Edi, kebakaran di Pontianak kerap dipicu persoalan klasik: korsleting listrik.
“Indikasi sementara, dari informasi masyarakat dan kepolisian, sebagian besar karena korsleting,” katanya, Kamis (26/3/2026).
Ia mengingatkan warga untuk tidak mengabaikan kondisi instalasi listrik. Pemeriksaan berkala, menurut dia, menjadi kunci mencegah kebakaran berulang.
Di Pontianak, risiko kebakaran memang tinggi. Banyak bangunan masih menggunakan material kayu, diperparah cuaca kering yang membuat api cepat menjalar.
“Api cepat sekali membesar. Bahkan dengan lebih dari 45 unit pemadam, sering kali kalah cepat,” kata Edi.
Ironisnya, saat kebakaran terjadi, air sedang pasang. Sumber air tersedia, tetapi kobaran api tetap sulit dijinakkan.
Bagi Wakil, kerugian bukan sekadar bangunan. Empat sepeda motor milik pelanggan ikut hangus, bersama seluruh peralatan bengkel.
“Sempat selamatkan satu motor. Setelah itu tidak bisa lagi,” katanya.
Kerugian ditaksir mencapai Rp100 juta hingga Rp200 juta. Kini, ia dan keluarganya bertahan di sekitar lokasi, tanpa tempat tinggal tetap.
“Saya hanya bisa kerja serabutan sekarang,” ujarnya.
Meski terpukul, ia masih menyimpan satu hal yang patut disyukuri: keluarganya selamat.
“Alhamdulillah semua aman,” katanya.




