triggernetmedia.com – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengimbau masyarakat tidak melakukan pembelian bahan bakar minyak (BBM) secara berlebihan.
Imbauan tersebut disampaikan untuk merespons kekhawatiran publik terkait ketahanan energi nasional di tengah dinamika geopolitik di Timur Tengah.
Bahlil memastikan stok BBM nasional dalam kondisi aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, terutama menjelang Hari Raya Idulfitri.
“Jadi, yang dimaksud dengan 21 sampai 25 hari itu adalah kapasitas storage kita,” kata Bahlil di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (11/3/2026).
Menurut dia, angka 21 hingga 25 hari bukanlah stok mati, melainkan kapasitas penyimpanan BBM yang bersifat dinamis karena proses distribusi dan pengisian terus berlangsung.
Bahlil menjelaskan kebutuhan BBM nasional dipenuhi melalui kombinasi produksi dalam negeri dan impor.
Ia menambahkan, meski terjadi ketegangan geopolitik di Timur Tengah, pasokan energi Indonesia tetap terjaga karena sumber impor tidak hanya berasal dari kawasan tersebut, tetapi juga dari negara-negara Asia Tenggara.
Pemerintah, kata Bahlil, terus memantau perkembangan situasi global guna memastikan pasokan energi nasional tetap stabil.




