triggernetmedia.com – Nilai tukar rupiah kembali melemah pada penutupan perdagangan Rabu (7/1/2026). Berdasarkan data Bloomberg, rupiah ditutup di level Rp16.780 per dolar Amerika Serikat (AS), turun 0,13 persen dibandingkan penutupan Selasa di posisi Rp16.758 per dolar AS.
Kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia juga menempatkan rupiah pada level Rp16.785 per dolar AS.
Pergerakan mata uang Asia terpantau bervariasi. Yen Jepang menguat 0,10 persen, Ringgit Malaysia naik 0,62 persen, dan Baht Thailand menguat 0,45 persen. Sementara itu, Peso Filipina melemah 0,17 persen dan Won Korea Selatan turun 0,03 persen.
Analis Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan, penguatan dolar AS secara global masih menjadi faktor utama yang menekan mata uang kawasan, termasuk rupiah. Selain itu, terdapat sentimen domestik yang ikut membebani pergerakan rupiah.
“Rupiah masih tertekan oleh prospek pemangkasan suku bunga Bank Indonesia. Investor juga menunggu rilis data ekonomi penting dari Amerika Serikat dan Indonesia dalam beberapa hari ke depan,” kata Lukman saat dihubungi, Rabu.
Menurut Lukman, pelaku pasar saat ini bersikap wait and see sambil menanti rilis data cadangan devisa dan tingkat kepercayaan konsumen. Ia memperkirakan pelemahan rupiah masih berlanjut hingga data tersebut diumumkan.
“Pergerakan rupiah diperkirakan berada pada kisaran Rp16.700 hingga Rp16.850 per dolar AS,” ujarnya.











