triggernetmedia.com, Jakarta – Direktur Utama PT Indonesia Battery Corporation (IBC), Toto Nugroho, resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Agung RI dalam kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang pada PT Pertamina Subholding dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) periode 2018–2023.
Penetapan tersangka terhadap Toto dilakukan karena perannya saat menjabat sebagai Vice President Integrated Supply Chain dan VP Crude and Product di Kantor Pusat Pertamina pada 2018–2020.
Dalam dokumen resmi Kejaksaan Agung yang dirilis pada Kamis (10/7/2025), Toto diduga menyetujui pengadaan impor minyak mentah dari supplier yang tidak memenuhi syarat. Ia juga disebut memberikan perlakuan istimewa kepada perusahaan yang seharusnya terkena sanksi akibat kelebihan bayar.
“Pengadaan dilakukan tidak sesuai prinsip dan etika, khususnya prinsip value-based procurement,” demikian bunyi keterangan resmi dari Kejagung.
Toto Nugroho menjadi satu dari sembilan tersangka baru yang diumumkan pada Rabu (10/7). Salah satu tersangka lainnya adalah Muhammad Riza Chalid (MRC), pengusaha yang dikenal luas dalam industri minyak dan gas tanah air. Dengan penambahan ini, total jumlah tersangka dalam perkara tersebut kini mencapai 18 orang.
Berikut adalah daftar tersangka terbaru yang diumumkan Kejagung:
-
Toto Nugroho – Dirut PT IBC, eks VP Supply Chain Pertamina
-
Muhammad Riza Chalid – Beneficial Owner PT Tangki Merak dan PT Orbit Terminal Merak
-
Riva Siahaan – Dirut PT Pertamina Patra Niaga
-
Yoki Firnandi – Dirut PT Pertamina International Shipping
-
Maya Kusmaya – Direktur Pemasaran Pusat dan Niaga PT Patra Niaga
-
Edward Corne – VP Trading Operation PT Patra Niaga
-
Dwi Sudarsono – VP Crude & Product Trading Pertamina 2019–2020
-
Hasto Wibowo – eks SVP Integrated Supply Chain Pertamina 2018–2020
-
Martin Haendra Nata – eks Manager PT Trafigura Pte. Ltd dan Senior Manager PT Trafigura
Kejaksaan juga menyebut nama-nama lainnya yang sebelumnya sudah ditetapkan sebagai tersangka, termasuk:
-
Muhammad Kerry Andrianto Riza – Anak Riza Chalid, Beneficial Owner PT Navigator Khatulistiwa
-
Sani Dinar Saifuddin – Direktur Optimasi Feedstock & Produk PT KPI
-
Agus Purwono – VP Feedstock Management PT KPI
-
Gading Ramadhan Joedo – Komisaris PT Jenggala Maritim
-
Dimas Werhaspati – Komisaris PT Navigator Khatulistiwa
-
Arif Sukmara – Direktur Gas, Petrokimia & New Business PT PIS
-
Alfian Nasution – VP Supply & Distribusi Pertamina 2011–2015
-
Hanung Budya – Direktur Pemasaran & Niaga Pertamina 2014
-
Indra Putra – Manager PT Mahameru Kencana Abadi
Kerugian Fantastis
Kejaksaan Agung menyebut bahwa kerugian keuangan dan perekonomian negara akibat kasus ini ditaksir mencapai Rp285 triliun, menjadikannya salah satu skandal korupsi terbesar dalam sejarah Indonesia.
Saat ini, delapan dari sembilan tersangka baru telah ditahan untuk 20 hari ke depan. Sementara Muhammad Riza Chalid belum ditahan karena diduga berada di luar negeri, tepatnya di Singapura.
Penyidikan kasus masih terus berlanjut, dan Kejaksaan menyatakan akan menelusuri potensi keterlibatan pihak-pihak lainnya.




