triggernetmedia.com – Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono menyatakan, pelaku usaha mikro pemula masih membutuhkan pembinaan dan pendampingan agar mereka bisa mandiri dan meningkat kelasnya.
Diakuinya, kendala yang kerap dihadapi oleh pelaku usaha mikro adalah terkait dengan permodalan dan pengetahuan manajemen.
“Langkah Bank Indonesia melalui kegiatan inkubator bisnis merupakan salah satu bentuk upaya pembinaan terhadap pelaku usaha mikro pemula,” ujarnya saat membuka ramah tamah dan sinergi membangun UMKM Unggul di Gedung UMKM Center, Jumat (10″/1).
“Pembinaan itu dilakukan mulai dari produksi hingga pemasaran,” ujar Edi menambahkan.
Selain itu, pelaku usaha mikro menurutnya pasti membutuhkan bahan baku yang dipergunakan sehari-hari.
Edi berharap pengusaha grosir membantu dalam mempermudah pelaku usaha mikro untuk mendapatkan bahan baku yang murah dan terjangkau.
“Saya juga mengajak para pelaku usaha Indogrosir agar bisa menopang pelaku usaha terutama di bidang kuliner,” harapnya.
Ketua Dekranasda Kota Pontianak, Yanieta Arbiastutie Kamtono mengatakan, sinergitas antara BUMN dan Dekranasda bisa meningkatkan UMKM hingga bisa naik kelas.
Bahkan, sambungnya, satu diantara UMKM yang ada di Kota Pontianak saat ini sudah bisa menyuplai minuman di Maskapai Penerbangan Garuda Indonesia.
“Setiap UMKM memiliki peluang, tinggal bagaimana kita memanfaatkan peluang itu,” ujar Yanieta.
Ia meminta semua pihak harus terus mendorong UMKM agar berkembang. Dengan adanya kegiatan tersebut diharapkan BUMN dan BUMD bisa membantu permodalan UMKM di Kota Pontianak.
BUMN dan BUMD, sebut Yanieta, diakui berkenan hadir dan siap bersinergis untuk meningkatkan dan mengedukasi pelaku usaha.
Bahkan, untuk tahun 2020 Dekranasda Kota Pontianak akan membentuk kampung tenun di enam kecamatan.
“Kami akan membagikan mesin-mesin tenun di enam kecamatan di Kota Pontianak,” ujarnya.
Jim I Ariz
