banner 468x60

Realisasi Relokasi Terhadap Korban Longsor di Sungkung Belum Jelas

  • Bagikan
Wakil Ketua DPRD kabupaten Bengkayang,/ Koordinator Komisi III, Jonedhi.
banner 468x60

triggernetmedia.com – Kabar relokasi rumah warga terdampak longsor di dusun Medeng,  desa Sungkung II, Kecamatan Siding Kabupaten Bengkayang pada akhir Januari 2019 lalu hingga sekarang  belum terealisasikan.

Sebelumnya, terdapat 11 rumah korban longsor dan tiga orang meninggal dunia. Bencana ini merupakan yang pertama kali terjadi di Sungkung.

Relokasi rumah warga terdampak longsor tersebut  kemudian dijanjikan akan dibangun pada bulan Maret 2019 lalu.

Sementara, untuk masyarakat yang terdampak longsor hingga kini masihq tinggal di rumah keluarganya.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua DPRD kabupaten Bengkayang yang juga merupakan Koordinator Komisi III, Jonedhi mengatakan, setelah sah dilantik dan ditetapkan sebagai Wakil Ketua dan Koordinasi Komisi yang membidangi hal terkait, selanjutnya akan melakukan rapat kerja dengan instansi yang menaungi langsung masalah tersebut.

“Nanti kita akan melakukan rapat bersama instansi terkait untuk membahas masalah dan menindaklanjuti masalah ini. Sehingga segera direalisasikan,” ujar Jonedhi, Minggu (17/11).

Baca juga  ICW Beri Catatan Soal 2 Tahun Pemberantasan Korupsi di Era Firli Bahuri, Ini Kata KPK

Jonedhi berharap, setelah di tetapkan Alat Kelengkapan DPRD (AKD) 2019-2024 akan segera memanggil OPD terkait yang menangani masalah tersebut.

“Nanti kita juga akan melakukan langkah-langkah untuk bergerak lebih cepat lagi, karena ini sudah hampir berjalan satu tahun. Nanti kita panggil dan diskusi bersama-sama menindaklanjuti pasca bencana di Sungkung kemarin,” katanya.

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Bengkayang berencana merelokasi 120 rumah penduduk di daerah rawan bencana longsor di dusun Medeng, Desa Sungkung II, Kecamatan Siding, Bengkayang.

Untuk relokasi tersebut, pihak Desa Sungkung II sudah menyediakan lahan seluas 8 hektare.

Plt Kepala Badan Penangulangan Bencana Daerah Bengkayang, Yosef pun telah mengatakan, Pemerintah Kabupaten Bengkayang terus berupaya menangani dampak bencana pasca peristiwa longsor.

“Ada 11 rumah yang terdampak dan rusak, ditargetkan mulai dibangun pada Maret 2019 di lokasi baru yang masih berada di Dusun Medeng,” kata Yosef, usai menyerahkan donasi sebesar Rp46 juta, melalui Kades Sungkung II di Kantor BPBD Bengkayang, Kamis (28/2).

Baca juga  Gerindra Tutup Pendaftaran Penjaringan Bakal Calon Kepala Daerah Pilkada Bengkayang

Selain 11 rumah yang terdampak, Pemkab juga sudah merencanakan relokasi sisa rumah penduduk sekitar 120 rumah, di lokasi yang lebih aman dari bencana longsor.

“Pemkab sudah menganggarkan bantuan satu rumah sebesar Rp37 juta rupiah,” ujarnya.

Sementara Itu Kepala Desa Sungkung II, Amir mengatakan pihak desa sudah menyiapkan lahan tempat relokasi rumah penduduk sebesar 8 hektare.

“Tempat untuk relokasi rumah penduduk adalah lahan milik masyarakat Dusun Medeng akan diganti rugi melalui alokasi Dana Desa. Jika itu sesuai dengan aturan,” katanya.

Amir menambahkan, seluruh warga yang terdampak longsor saat ini sudah kembali beraktivitas, namun masih menumpang di rumah sanak keluarga mereka, sampai rumah dibangun kembali.

Plt. BPBD Kabupaten Bengkayang Yosef bahkan menyatakan bahwa yang menangani relokasi warga Sungkung sudah pindah di Dinas Lingkungan Hidup. Hal ini terkonfirmasi pada (11/11).

Doe I Ariz

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *