banner 120x600 banner 120x600

KKR – UGM Kerja Sama Sektor Pendidikan dan Riset

banner 120x600
banner 468x60
triggernetmedia.com – Pihak Universitas Gadjah Mada Yogyakarta dan rombongan dari Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal danTransmigrasi (Kemendes PDTT) mengunjungi lokasi Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pengabdian Masyarakat (KKN-PPM) UGM di Kecamatan Rasau Jaya, Kabupaten Kubu Raya, Sabtu (27/8).
Dari kunjungan tersebut, sebelumnya dilakukan pertemuan dan penandatanganan nota kesepahaman UGM dengan Pemerintah Kabupaten Kubu Raya. Nota kesepahaman terkait kerja sama tentang pendidikan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.
Nota kesepahaman ditandatangani Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Alumni UGM Paripurna dengan Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan.
Kunjungan ke Rasau Jaya itu juga diikuti Dirjen Pengembangan Kawasan Transmigrasi Kemendes PDTT, Mohammad Nurdin dan rombongan.
Turut serta sejumlah pejabat SKPD terkait dilingkungan Pemkab Kubu Raya, Camat Rasau Jaya, Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan Rsau Jaya, para tokoh masyarakat, dan puluhan wartawan media lokal dan nasional.
Program KKN-PPM UGM KB 008 terlaksana atas kerja sama dengan Direktur Jenderal Pengembangan Kawasan Transmigrasi Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi dilakukan sejak 30 Juni 2019 dengan mengusung tema “Revitalisasi Kawasan Transmigrasi”.
Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Alumni Universitas Gadjah Mada, Paripurna berterimakasih  kepada Pemerintah Kabupaten Kubu Raya telah berkenan menjadi tuan rumah pelaksanaan program KKN-PPM mahasiswa UGM KB 008.
“Kami berterima kasih karena mahasiswa kami diberikan kesempatan untuk belajar di sini, sekaligus juga sharing untuk menerapkan ilmu pengetahuan yang selama ini mereka pelajari,” kata Paripurna.
Ia meminta mahasiswa UGM dapat belajar hidup bersama dengan masyarakat Kubu Raya, khususnya di Kecamatan Rasau Jaya. Hal tersebut, menurutnya sangat penting dalam bersosialisasi dan adaptasi.
“Karena tidak hanya membuat mereka cerdas secara intelegensia tapi juga memiliki kecerdasan sosial dan kecerdasan emosional yang lebih baik,” ujarnya.
Tujuan utama dari KKN adalah menemukan problem yang dihadapi masyarakat di Rasau Jaya dan kemudian mencari solusinya. Dia berharap mahasiswa peserta KKN memperoleh banyak hal untuk mengembangkan peran UGM demi kemajuan bangsa dan negara.
Dirjen Pengembangan KawasanTransmigrasi Kemendes PDTT, Mohammad Nurdin, menerangkan salah satu program dari Kemendes PDTT yakni revitalisasi kawasan transmigrasi.
Mohammad Nurdin menyatakan program transmigrasi yang sudah digulirkan selama ini sudah berjalan dengan baik. Bahkan diantara warga transmigrasi itu rata-rata kini sudah menghasilkan sekitar 660-an desa, 300 kecamatan, dan lebih dari 100 kabupaten dan 2 provinsi.
“Jadi secara ekonomi regional dan wilayah administrasi sudah terbentuk dengan adanya program-program transmigrasi,” katanya.
Program transmigrasi, sambungnya sangat relevan dalam konteks ketahanan pangan. Namun pihaknya menilai masih ada kawasan transmigrasi yang belum optimal. Di mana lahan-lahan tidak digarap secara maksimal, infrastruktur tidak dimaksimalkan, aset-aset yang ada belum maksimal, termasuk sumber daya manusia.
“Untuk itu kami melakukan program revitalisasi,” ujarnya.
Selain itu, Nurdin menyebut pihaknya juga fokus dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia. Diantaranya dengan melaksanakan program kerja sama dengan kampus, termasuk UGM dalam rangka meningkatkan kapasitas SDM dan kelembagaan yang ada kawasan transmigrasi.
“Sehingga secara bersamaan SDM dan kelembagaan sejalan dengan revitalisasi,”  jelasnya.
Pemerintah Kabupaten Kubu Raya menilai kegiatan UGM merupakan bentuk pengabdian dan pemersatu karena menebar ilmu di berbagai wilayah di Indonesia. Kegiatan tersebut menjadi energi yang positif bagi Kubu Raya.
“Mudah-mudahan nanti mendapatkan inspirasi, sehingga nantinya dapat diteliti, dicari model, kemudian diterapkan lagi,” kata bupati Muda Mahendrawan.
Muda menjelaskan, Kabupaten Kubu Raya merupakan kawasan transmigrasi terbesar di Kalimantan Barat dengan 31 desa transmigrasi di Kubu Raya.
Wilayah transmigrasi itu merupakan aset untuk memperkuat sektor pangan.
Dikatakannya, program revitalisasi kawasan transmigrasi menjadi peluang untuk pengembangan kawasan bersangkutan dengan langkah yang disinergikan dengan program Pemerintah Kabupaten Kubu Raya.
“Nantinya paling tidak menjadi masukan bagi UGM dan ke depannya akan semakin banyak penelitian yang dilakukan di sini sehingga memberikan yang terbaik untuk pengembangan daerah Kalbar khususnya Kubu Raya,” kata Muda.
Pewarta : Rio / HumasPro
Editor : Ariz

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.