triggernetmedia.com – Keterbatasan anggaran daerah tidak menghalangi Pemerintah Kota Pontianak untuk tetap memberikan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan. Sebanyak 273 keluarga berpenghasilan rendah di Kecamatan Pontianak Timur menerima bantuan tunai senilai Rp600 ribu per keluarga.
Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono di Aula Kantor Camat Pontianak Timur, Kamis (13/8/2026).
Edi menjelaskan, bantuan diberikan kepada warga yang belum memperoleh bantuan dari pemerintah pusat, baik bantuan tunai maupun non-tunai. Penerima juga mencakup masyarakat yang belum terakomodasi dalam Program Keluarga Harapan (PKH).
Menurut Edi, Pemkot Pontianak sebenarnya memiliki keinginan agar bantuan serupa dapat diberikan setiap bulan. Namun, kebijakan efisiensi dan penyesuaian anggaran membuat kemampuan pemerintah daerah menjadi terbatas.
“Inginnya kita memberikan setiap bulan, tapi karena keterbatasan anggaran, adanya pemotongan dari pemerintah pusat sehingga ada efisiensi. Kita hanya bisa menyampaikan penyaluran sebesar Rp600 ribu,” ujarnya.
Ia berharap dana tersebut dapat dimanfaatkan penerima untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga yang paling mendesak. Bantuan itu sekaligus menjadi bentuk perhatian pemerintah kepada keluarga yang masih membutuhkan dukungan.
Edi Minta Warga Tak Abaikan Kesehatan
Dalam kesempatan yang sama, Edi mengingatkan masyarakat agar memanfaatkan layanan kesehatan yang telah disiapkan pemerintah.
Warga yang telah memiliki BPJS diminta tidak ragu melakukan pemeriksaan di puskesmas maupun rumah sakit apabila mengalami keluhan kesehatan. Pemeriksaan secara berkala dinilai penting untuk mendeteksi penyakit lebih awal.
“Manfaatkan BPJS ini untuk memeriksakan kesehatan di puskesmas terdekat ataupun di rumah sakit kalau sudah berat. Pemeriksaan ini akan bisa mencegah penyakit yang lebih parah,” katanya.
Kemarau Panjang Mulai Berdampak pada Air Kapuas
Edi juga menyoroti kondisi cuaca yang masih didominasi musim kemarau. Minimnya curah hujan membuat debit Sungai Kapuas mengalami penurunan dan turut memengaruhi kualitas air baku.
Ketika permukaan air sungai surut, air laut dapat masuk lebih jauh saat pasang. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan kadar garam sehingga air Sungai Kapuas menjadi payau.
Pemkot Pontianak berupaya mengantisipasi kondisi tersebut dengan mencampurkan air baku dari sumber lain agar kadar garam dapat ditekan.
Namun, Edi mengingatkan masyarakat agar tidak menggunakan air yang sudah terlalu payau untuk kebutuhan konsumsi.
“Kalau airnya sangat payau jangan digunakan untuk minum,” tegasnya.
Ancaman Karhutla dan Asap Perlu Diwaspadai
Musim kemarau juga meningkatkan risiko kebakaran lahan. Meski titik kebakaran di wilayah Kota Pontianak disebut relatif terbatas, asap dari kebakaran di daerah lain tetap berpotensi masuk ke wilayah kota.
Masyarakat dengan riwayat gangguan pernapasan diminta lebih waspada apabila kualitas udara menurun. Penggunaan masker juga dianjurkan ketika beraktivitas di luar ruangan.
Kewaspadaan dinilai semakin penting karena aktivitas masyarakat diperkirakan meningkat menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
Edi berharap hujan segera turun sehingga kondisi lingkungan dapat kembali normal. Ia juga mengajak masyarakat menjaga kebersihan lingkungan dengan membuang sampah pada tempat yang telah disediakan.
Menurutnya, kebiasaan membuang sampah ke parit dapat mengganggu kebersihan sekaligus berpotensi menimbulkan persoalan ketika hujan kembali turun.
“Buanglah sampah di tempat yang sudah kita tentukan, ataupun fasilitas yang sudah ada, sehingga kita bisa mengolahnya dan bisa menjadikan kota yang enak kita bersihkan, terutama parit-parit kita dan rumah kita,” pungkas Edi.











