China donasi Rp3 miliar untuk Palu-Donggala

  • Bagikan
Presiden Cina Xi Jinping dan istrinya Peng Liyuan (KCNA via REUTERS)
banner 468x60

Jakarta (ANTARA News) – Palang Merah China mendonasikan uang tunai sebesar 200 ribu dolar AS atau setara dengan sekitar Rp3 miliar (kurs Rp14.897) melalui Palang Merah Indonesia (PMI) untuk membantu korban dan upaya penanggulangan pascagempa bumi yang disusul tsunami di Palu, Sulawesi Tengah.

Kedutaan Besar China di Jakarta mengumumkan melalui laman resminya id.china-embassy.org pada Minggu (30/9) bahwa Palang Merah China memutuskan memberikan bantuan tunai Rp3 miliar melalui PMI untuk penanggulangan bencana gempa bumi dan tsunami di Palu yang telah menelan korban 832 jiwa meninggal dunia dan ratusan lainnya luka-luka.

Sebelumnya, pada hari yang sama, Minggu (30/9), Presiden China Xi Jinping telah mengirim surat kepada Presiden Joko Widodo untuk menyampaikan duka cita terkait bencana gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah.

Baca juga  Jokowi Hadiri ASEAN Leaders Meeting

“Saya terkejut mengetahui adanya gempa bumi besar dan tsunami yang menimpa Provinsi Sulawesi Tengah dan bersedih atas banyaknya korban jiwa dan kerusakan yang ditimbulkan,” kata Xi seperti dikutip dari surat yang dirilis Kedubes China di Jakarta.

Atas nama pemerintah dan rakyat China, Presiden Xi juga menyampaikan belasungkawa dan simpati yang mendalam kepada para keluarga korban yang meninggal dunia, serta korban yang mengalami luka-luka.

Dalam surat tersebut, Xi menyebut Indonesia adalah tetangga dekat bagi China sehingga mereka siap menyediakan bantuan untuk penanggulangn dan pemulihan bencana sesuai dengan kebutuhan yang diperlukan pihak Indonesia.

Xi menambahkan, China percaya bahwa di bawah kepemimpinan Presiden Jokowi, rakyat Indonesia akan dapatmengatasi bencana yang terjadi dan segera membangun kembali rumah mereka.

Baca juga  Pangsa Pasar Busana Muslim Naik 311 Miliar dolar AS, Indonesia Diminta Aktif

Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), terdapat 71 warga negara asing (WNA) berada di Palu, Sulawesi Tengah, saat terjadi gempa berkekuatan 7,4 SR yang disusul tsunami pada Jumat (28/9), termasuk 21 warga China yang saat ini dalam kondisi aman.

Selain China, terdapat 50 WNA lain di Palu saat kejadian, yakni 1 warga Singapura (telah dievakuasi ke Jakarta), 1 warga Korea Selatan (belum diketahui), 3 warga Prancis (belum diketahui), 1 warga Malaysia (belum diketahui), 1 warga Jerman (aman), 10 warga Vietnam (aman), dan 32 warga Thailand (aman).

Sumber: kalbar.antaranews.com

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *