triggernetmedia.com – Pemadaman listrik bergilir di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah memicu aksi protes dari kalangan peternak ayam. Gangguan pasokan listrik tersebut disebut menyebabkan ribuan ayam mati di kandang, dengan nilai kerugian yang diklaim mencapai ratusan juta rupiah.
Aliansi Gerakan Palangka Raya Gelap (GPG) bersama Persatuan Insan Perunggasan (Insar) Kalimantan Tengah menggelar aksi di Kantor PLN UP3 Palangka Raya, Selasa (4/8/2026). Dalam aksi tersebut, massa menyegel sementara kantor pelayanan dan meletakkan bangkai ayam di halaman kantor sebagai bentuk protes terhadap pemadaman listrik yang berulang.
Menurut para peternak, mayoritas kandang menggunakan sistem close house yang bergantung pada pasokan listrik untuk mengoperasikan kipas ventilasi dan menjaga suhu kandang. Ketika aliran listrik terputus, sirkulasi udara berhenti sehingga menyebabkan suhu meningkat dan mengakibatkan kematian ayam dalam jumlah besar.
Mereka mengaku kerugian untuk satu kandang berkapasitas sekitar 40 ribu ekor ayam dapat mencapai sekitar Rp360 juta.
Aksi tersebut turut menjadi sorotan di media sosial setelah video dan foto protes beredar luas. Dalam salah satu unggahan, pengiriman bangkai ayam ke kantor PLN disebut sebagai simbol kekecewaan terhadap pelayanan kelistrikan yang dinilai berdampak langsung pada mata pencaharian masyarakat.
Di tengah polemik itu, Koordinator Nasional Gerakan Santri Biru Kuning (GSBK) Febri Yohansyah mendesak pemerintah mengevaluasi kinerja manajemen PLN, termasuk Direktur Utama Darmawan Prasodjo. Menurutnya, permintaan maaf yang berulang tidak cukup jika tidak diikuti langkah nyata untuk memulihkan kerugian pelanggan.
“Permintaan maaf saja tidak cukup. Seharusnya ada langkah konkret, termasuk menghitung dan mengganti kerugian yang dialami pelanggan akibat pemadaman listrik,” ujar Febri.
Sementara itu, General Manager PLN UID Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah (Kalselteng), Iwan Soelistijono, menjelaskan pemadaman bergilir dilakukan karena terjadi gangguan pada sejumlah pembangkit listrik yang mengurangi kemampuan pasokan ke sistem.
Ia mengatakan gangguan bermula dari kerusakan generator di PLTU Asam-Asam, kemudian diperparah gangguan pada dua pembangkit milik Independent Power Producer (IPP) yang mengalami kebocoran pipa boiler dan masalah pada turbin.
Untuk menjaga keandalan sistem selama proses perbaikan, PLN menerapkan pengaturan beban di sejumlah wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah. Perseroan juga mengerahkan seluruh personel guna mempercepat pemulihan pasokan listrik serta mengimbau masyarakat menghemat penggunaan listrik pada jam beban puncak pukul 18.00-21.00 WIB.
PLN menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan dan memastikan proses pemulihan terus dilakukan hingga seluruh sistem kembali normal.










