banner 468x60 banner 468x60

ACT tangkal hoax bangun pusat informasi di Palu

Trigger Netmedia - 30 September 2018
ACT tangkal hoax bangun pusat informasi di Palu
 - ()

Jakarta, 30/9 (Antara) – Lembaga nirlaba yang berpusat di Indonesia, Aksi Cepat Tanggap (ACT) menyampaikan pihaknya akan membangun pusat informasi (media center) di Palu untuk membantu masyarakat menangkal informasi sesat (hoax), sekaligus mendukung kerja peliputan wartawan di lokasi bencana.

“Di samping membangun Posko kesehatan, Posko pengungsian, dan dapur umum, ACT berencana membangun Posko yang berfungsi sebagai pusat informasi di sejumlah lokasi di Palu, Sulawesi Tengah,” kata General Manager Komunikasi ACT Lukman Azis saat dihubungi di Jakarta, Minggu.

Ia mengatakan, ACT merespon kebutuhan para awak media yang membutuhkan sarana untuk mengirim berita mengenai bencana gempa bumi dan Tsunami yang menerjang Kota Palu, Kabupaten Donggala, Kabupaten Parigi Moutong di Sulawesi Tengah, serta Kabupaten Mamuju Utara di Sulawesi Barat, Jumat.

“Di lokasi bencana tidak ada listrik,  tower sinyal rusak. Posko pusat informasi itu nantinya akan dilengkapi telepon satelit, sehingga diharapkan dapat memudahkan teman-teman wartawan mengirim berita dan meneruskan informasi ke masyarakat,” terang Lukman.

Ia menjelaskan, rencana itu akan diumumkan secara resmi, Senin dan dalam satu pekan ke depan pusat informasi tersebut diharapkan dapat digunakan.

Baca juga  Giat TMMD TNI ke-108 Bangun Desa Danti di Perbatasan

“ACT menyadari, teman-teman media, khususnya koresponden daerah masih sulit mengirim informasi dari daerah bencana, dan banyak beredarnya informasi hoax di publik harus jadi perhatian,” tambahnya.

ACT sendiri sudah mengerahkan 100 orang relawan yang terdiri dari relawan medis, tim penyelamat, relawan komunikasi, dan tim penilai ke lokasi bencana.

“Kami tengah melakukan penilaian, dan rencananya posko akan dibangun di sejumlah titik-titik representatif. Walau begitu, bersamaan dengan kedatangan 100 relawan itu, kami juga mengirim bantuan berupa peralatan medis, obat-obatan, logistik, kantong mayat, dan nanti juga disiapkan tenda darurat,” jelas Lukman.

Meski demikian, pihak dari ACT akan melihat situasi dan kondisi di lapangan terlebih dahulu, sebelum menyalurkan bantuan dan relawan tambahan.

“Nanti kita lihat kondisinya dulu dari lapangan, tim yang terdiri atas 100 relawan itu saat ini sedang melakukan assessment (penilaian), membuka jalan. Mereka berangkat dari jalur darat dari Gorontalo, dan ada juga nanti yang jalan dari jalur laut,” katanya.

Baca juga  Ketum FPI Sebut 6 Laskar yang Tewas Ditembak Korban Pelanggaran HAM Berat

Sesaat setelah bencana terjadi, Jumat, tim ACT membuka kanal donasi dari masyarakat yang dapat dikirim langsung melalui transfer ATM ataupun laman penghimpun dana kitabisa.com.

Aksi Cepat Tanggap menerima donasi langsung dari masyarakat sejak gempa bumi dan Tsunami menerjang Palu, Donggala, Parigi Moutoung dan Mamuju Utara, Jumat (28/9). (https://act.id/program/detail/gempa-palu)

Gempa berkuatan 6 Skala Richter mengguncang donggala di kedalaman 10 kilometer pada pukul 14.00 WIB, Jumat, tidak lama guncangan lebih besar berkekuatan 7,4 SR kembali terjadi pada pukul 17.02 WIB.

Lima menit pasca gempa, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengumumkan peringatan dini Tsunami dengan status siaga di areal pantai barat Donggala, dan di Kota Palu bagian barat.

Sekitar pukul 17.22 WIB, gelombang Tsunami pun menerjang areal pantai di Donggala, dan pada pukul 17.37 WIB, BMKG pun mencabut peringatan dini Tsunami di wilayah tersebut.

Hingga saat ini, korban jiwa sudah mencapai ratusan orang, pelabuhan dan bandara dikabarkan rusak, sehingga bantuan disalurkan melalui akses jalan darat dari utara di Gorontalo, atau dari selatan di Sulawesi Selatan.

Sumber: Antarakalbar.com

banner 468x60

Tinggalkan Komentar

Terkini

Bukber dengan Menteri Sandiaga Uno, Wali Kota Pontianak Beberkan Sejumlah Potensi Wisata

Bukber dengan Menteri Sandiaga Uno, Wali Kota Pontianak Beberkan Sejumlah Potensi Wisata

Headline   Kilas Kalbar   Nasional   News   Pesona Nusantara
Satgas Covid-19 Sebut Kasus Virus Corona Naik Hingga 14 Persen

Satgas Covid-19 Sebut Kasus Virus Corona Naik Hingga 14 Persen

Headline   Kesehatan   Nasional   News   Sorotan
Kepala BNPB Minta Ceramah Ramadhan Sisipkan Materi Covid-19

Kepala BNPB Minta Ceramah Ramadhan Sisipkan Materi Covid-19

Headline   Kesehatan   Nasional   News   Sorotan   Sospolhukam
Mendagri Minta SDM Asal Papua Tak Melulu Diarahkan Jadi Pegawai Negeri

Mendagri Minta SDM Asal Papua Tak Melulu Diarahkan Jadi Pegawai Negeri

ASN   Headline   Nasional   News   Pelayanan Puplik   Sorotan   Sospolhukam
Kurangi Emisi, Pemerintah Targetkan Pemanfaatan Energi Baru Terbarukan 2035

Kurangi Emisi, Pemerintah Targetkan Pemanfaatan Energi Baru Terbarukan 2035

Energi   Headline   Nasional   News   Technology
Menristek Sebut Lima Prioritas Riset Nasional Energi Baru dan Terbarukan

Menristek Sebut Lima Prioritas Riset Nasional Energi Baru dan Terbarukan

Energi   Headline   Nasional   News   Sorotan   Technology
Harga Mati UEFA: Main di ESL, Pemain Tak Boleh Tampil di Piala Dunia 2022

Harga Mati UEFA: Main di ESL, Pemain Tak Boleh Tampil di Piala Dunia 2022

Headline   Internasional   News   Sepak Bola   Sorotan   Sport   Superliga
Ikuti Jejak Yamaha dan Honda, Suzuki Perpanjang Kontrak di MotoGP

Ikuti Jejak Yamaha dan Honda, Suzuki Perpanjang Kontrak di MotoGP

Headline   Internasional   Kabar Arena   News   Otomotif   Sport
Lima Wanita Dibunuh dalam Seminggu, PM Swedia Ingatkan Femicide Meningkat

Lima Wanita Dibunuh dalam Seminggu, PM Swedia Ingatkan Femicide Meningkat

Headline   Internasional   News   Sorotan   Sospolhukam
Terungkap, Rahasia Air Zamzam Tak Pernah Habis Meski Berusia 4000 Tahun

Terungkap, Rahasia Air Zamzam Tak Pernah Habis Meski Berusia 4000 Tahun

Headline   Internasional   Maritim   News   Serba-serbi   Sorotan

SITE LOCATION REKLAME

Streaming triggernetmedia.com

Close Ads X