Trigger Netmedia
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Sospolhukam
    • Metropolitan
    • Nasional
    • Internasional
  • Kalbar
    • Pontianak
    • Kayong Utara
    • Ketapang
    • Kubu Raya
    • Kapuas Raya
    • Landak
    • Mempawah
    • Sanggau
    • SingBeBas
    • Kapuas Hulu
  • Ekonomi
    • Keuangan
    • Bisnis
    • Industri
    • Makro
    • IHSG
    • Fintech
  • Edutaiment
    • Literasi
    • Edukasi
    • Budaya
    • Gadgets
    • IT
  • Sport
    • Sepak Bola
    • Kabar Arena
    • Otomotif
  • Infotainment
    • Selebritis
    • Film
    • Music
    • Zodiak
    • Comunity
    • Kekinian
    • Fashion
    • Milenial
  • Kuliner
    • Food
    • Pesona Dunia
    • Pesona Nusantara
  • Pariwara
    • Videotron
    • Foto
    • Kanal Iklan
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Sospolhukam
    • Metropolitan
    • Nasional
    • Internasional
  • Kalbar
    • Pontianak
    • Kayong Utara
    • Ketapang
    • Kubu Raya
    • Kapuas Raya
    • Landak
    • Mempawah
    • Sanggau
    • SingBeBas
    • Kapuas Hulu
  • Ekonomi
    • Keuangan
    • Bisnis
    • Industri
    • Makro
    • IHSG
    • Fintech
  • Edutaiment
    • Literasi
    • Edukasi
    • Budaya
    • Gadgets
    • IT
  • Sport
    • Sepak Bola
    • Kabar Arena
    • Otomotif
  • Infotainment
    • Selebritis
    • Film
    • Music
    • Zodiak
    • Comunity
    • Kekinian
    • Fashion
    • Milenial
  • Kuliner
    • Food
    • Pesona Dunia
    • Pesona Nusantara
  • Pariwara
    • Videotron
    • Foto
    • Kanal Iklan
No Result
View All Result
Trigger Netmedia
No Result
View All Result
Home Headline

Jumlah Orang di Dunia Terancam Kelaparan Melonjak, Afghanistan Terparah

TriggerNetMedia by TriggerNetMedia
10 November 2021
in Headline, Internasional, News, Sorotan, Sospolhukam
0
0
SHARES
1
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

triggernetmedia.com – Pandemi COVID-19 dan konflik mendorong jumlah orang yang menghadapi kerawanan pangan menjadi 45 juta, di mana Afghanistan dengan cepat menjadi negara dengan “krisis kemanusiaan terbesar di dunia.”

Organisasi pangan Perserikatan Bangsa-Bangsa  atau Program Pangan Dunia  pada hari Senin (08/11) memperingatkan bahwa 45 juta orang di 43 negara sedang “tertatih-tatih di ambang kelaparan.”

Di tahun ini saja, angka tersebut sudah mengalami peningkatan hampir 3 juta orang. David Beasley, Direktur Eksekutif, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa puluhan juta orang di dunia terancam jatuh ke jurang kelaparan.

“Kita mengalami konflik, perubahan iklim, dan COVID-19 yang mendorong jumlah orang yang sangat kelaparan, dan data terbaru menunjukkan sekarang ada lebih dari 45 juta orang yang berbaris menuju ambang kelaparan,” katanya.

Sebelumnya, pada tahun 2020 tercatat sebanyak 42 juta orang mengalami kelaparan dan 27 juta orang pada tahun 2019.

Disebutkan bahwa kenaikan di tahun ini terutama disebabkan oleh mereka yang menghadapi tingkat darurat kerawanan pangan di Afghanistan.

“Konflik buatan manusia mendorong ketidakstabilan dan memicu gelombang kelaparan baru yang merusak yang mengancam dunia,” kata Beasley.

Meningkatnya kerawanan pangan di Etiopia, Haiti, Somalia, Angola, Kenya, dan Burundi juga berkontribusi terhadap peningkatan tersebut.

Bagaimana kelaparan bisa melanda Afghanistan Pernyataan Beasley tersebut tidak muncul tanpa sebab. WFP melakukan perjalanan pencarian fakta ke Afghanistan.

Di sana organisasi yang berbasis di Roma ini telah meningkatkan dukungan untuk membantu hampir 23 juta orang yang kesulitan setelah Taliban mengambil alih negara itu.

“Harga bahan bakar naik, harga pangan melonjak, pupuk lebih mahal, dan semua ini memicu krisis baru seperti yang terjadi sekarang di Afghanistan, serta keadaan darurat yang sudah berlangsung lama seperti Yaman dan Suriah,” ungkap Beasley.

Krisis di Afganistan “menjadi krisis kemanusiaan terbesar di dunia, dengan kebutuhan negara itu melebihi kebutuhan negara-negara lain yang paling terpukul,” lapor WFP.

Keluarga-keluarga mengalami kesulitan di mana kekeringan memperburuk krisis ekonomi yang telah memaksa orang tua untuk membuat “pilihan yang merusak.”

Para orang tua menarik anak-anak mereka dari sekolah atau menikahkan mereka lebih awal.

“Sementara itu laporan media dari Afghanistan mengatakan bahwa keluarga-keluarga dilaporkan dipaksa untuk menjual anak-anak mereka dalam upaya putus asa untuk bertahan hidup,” kata WFP.

Apa yang perlu dilakukan untuk memerangi kelaparan WFP mengatakan biaya untuk mencegah kelaparan di seluruh dunia telah meningkat menjadi US$7 miliar (Rp98 triliun), naik dari US$6,6 miliar (Rp92,4 triliun) yang diproyeksikan awal tahun ini.

Jumlah itu akan menyediakan satu kali makan dalam sehari untuk setiap orang untuk tahun berikutnya, demikian menurut perhitungan WFP.

WFP mengatakan saat ini sedang berkolaborasi dengan organisasi-organisasi kemanusiaan untuk meningkatkan bantuan bagi mereka yang menghadapi kelaparan.

Namun, sumber daya yang ada masih belum cukup mengimbangi meningkatnya kebutuhan.

“Ketika biaya bantuan kemanusiaan meningkat secara eksponensial, kami membutuhkan lebih banyak dana untuk menjangkau keluarga di seluruh dunia yang telah kehabisan kapasitas mereka untuk mengatasi kelaparan ekstrem,” kata Beasley.

 

Sumber : Suara.com

About Author

TriggerNetMedia

See author's posts

Tags: AfghanistanKelaparankerawanan pangan
Previous Post

Kondisi Terkini Afghanistan Era Taliban, Jaksa Najla Ayoubi: Kami Tidak Bisa Bernapas

Next Post

Keluarga Palestina Serahkan Uang Kertas Era Ottoman yang Dijaga Selama 106 Tahun

TriggerNetMedia

TriggerNetMedia

Next Post
Keluarga Palestina Serahkan Uang Kertas Era Ottoman yang Dijaga Selama 106 Tahun

Keluarga Palestina Serahkan Uang Kertas Era Ottoman yang Dijaga Selama 106 Tahun

Stay Connected test

  • 24k Followers
  • 23.9k Followers
  • 99 Subscribers
  • Trending
  • Comments
  • Latest
AKI dan AKB Masih Tinggi, Indonesia Terpaut Jauh dari Target SDGs

AKI dan AKB Masih Tinggi, Indonesia Terpaut Jauh dari Target SDGs

16 Juli 2025
Jabat Dewan Syuro, Anggota Komisi Fatwa MUI Berperan Beri Masukan dan Nasihat ke JI

Jabat Dewan Syuro, Anggota Komisi Fatwa MUI Berperan Beri Masukan dan Nasihat ke JI

17 November 2021
Kronologi Polemik Ijazah Jokowi: Dari Gugatan Hukum hingga Drama Politik

Kronologi Polemik Ijazah Jokowi: Dari Gugatan Hukum hingga Drama Politik

18 Juli 2025
Status PPPK Paruh Waktu Dihapus, Revisi UU ASN Kembalikan Struktur Dua Pilar

Status PPPK Paruh Waktu Dihapus, Revisi UU ASN Kembalikan Struktur Dua Pilar

26 November 2025
Bandara Rahadi Oesman Ketapang Hentikan Sementara Layanan Penerbangan Komersial

Bandara Rahadi Oesman Ketapang Hentikan Sementara Layanan Penerbangan Komersial

0
2 Hari Hilang, Nelayan Tewas Mengambang di Pantai Cipalawah Garut

2 Hari Hilang, Nelayan Tewas Mengambang di Pantai Cipalawah Garut

0
14 Tahun Terbunuhnya Munir, Polri Didesak Bentuk Tim Khusus

14 Tahun Terbunuhnya Munir, Polri Didesak Bentuk Tim Khusus

0
Prabowo Resmikan Kantor DPD Gerindra di Banten

Prabowo Resmikan Kantor DPD Gerindra di Banten

0
Kadin: Piala Dunia 2026 Putar Ekonomi Indonesia Lebih dari Rp5,03 Triliun

Kadin: Piala Dunia 2026 Putar Ekonomi Indonesia Lebih dari Rp5,03 Triliun

16 Juli 2026
Arab Saudi Ubah Tarif Bea Masuk 51 Komoditas, Kemendag Optimistis Ekspor Indonesia Tetap Berpeluang

Arab Saudi Ubah Tarif Bea Masuk 51 Komoditas, Kemendag Optimistis Ekspor Indonesia Tetap Berpeluang

16 Juli 2026
ITB Kembangkan Bensa, Bensin Berbahan Sawit yang Bisa Dicampur Langsung dengan BBM

ITB Kembangkan Bensa, Bensin Berbahan Sawit yang Bisa Dicampur Langsung dengan BBM

16 Juli 2026
Pemkot Pontianak Larang Usaha Laundry Gunakan LPG 3 Kg Bersubsidi

Pemkot Pontianak Larang Usaha Laundry Gunakan LPG 3 Kg Bersubsidi

16 Juli 2026

Recent News

Kadin: Piala Dunia 2026 Putar Ekonomi Indonesia Lebih dari Rp5,03 Triliun

Kadin: Piala Dunia 2026 Putar Ekonomi Indonesia Lebih dari Rp5,03 Triliun

16 Juli 2026
Arab Saudi Ubah Tarif Bea Masuk 51 Komoditas, Kemendag Optimistis Ekspor Indonesia Tetap Berpeluang

Arab Saudi Ubah Tarif Bea Masuk 51 Komoditas, Kemendag Optimistis Ekspor Indonesia Tetap Berpeluang

16 Juli 2026
ITB Kembangkan Bensa, Bensin Berbahan Sawit yang Bisa Dicampur Langsung dengan BBM

ITB Kembangkan Bensa, Bensin Berbahan Sawit yang Bisa Dicampur Langsung dengan BBM

16 Juli 2026
Pemkot Pontianak Larang Usaha Laundry Gunakan LPG 3 Kg Bersubsidi

Pemkot Pontianak Larang Usaha Laundry Gunakan LPG 3 Kg Bersubsidi

16 Juli 2026
  • Kode Etik
  • Kode Prilaku Perusahaan Pers
  • Tentang Kami
  • Redaksi

© 2026 triggernetmedia development

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Sospolhukam
    • Metropolitan
    • Nasional
    • Internasional
  • Kalbar
    • Pontianak
    • Kayong Utara
    • Ketapang
    • Kubu Raya
    • Kapuas Raya
    • Landak
    • Mempawah
    • Sanggau
    • SingBeBas
    • Kapuas Hulu
  • Ekonomi
    • Keuangan
    • Bisnis
    • Industri
    • Makro
    • IHSG
    • Fintech
  • Edutaiment
    • Literasi
    • Edukasi
    • Budaya
    • Gadgets
    • IT
  • Sport
    • Sepak Bola
    • Kabar Arena
    • Otomotif
  • Infotainment
    • Selebritis
    • Film
    • Music
    • Zodiak
    • Comunity
    • Kekinian
    • Fashion
    • Milenial
  • Kuliner
    • Food
    • Pesona Dunia
    • Pesona Nusantara
  • Pariwara
    • Videotron
    • Foto
    • Kanal Iklan

© 2026 triggernetmedia development