triggernetmedia.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah tajam pada perdagangan sesi pertama Selasa (30/6/2026). Indeks ditutup di level 5.679,75 atau turun 141,04 poin setara 2,42 persen dibandingkan pembukaan perdagangan.
Sepanjang sesi pertama, IHSG sempat menyentuh level terendah 5.638,57 atau terkoreksi sekitar 3,1 persen. Penurunan tersebut menjadi yang terdalam sejak 9 Juni 2026.
Berdasarkan data Bloomberg, IHSG juga tercatat sebagai indeks saham dengan kinerja terburuk sepanjang 2026. Hingga perdagangan Selasa, pasar saham Indonesia telah melemah lebih dari 34 persen secara tahun berjalan (year to date), menjadikannya yang terburuk di antara lebih dari 90 indeks saham global yang dipantau.
Tekanan jual terjadi pada saham-saham berkapitalisasi besar, terutama sektor perbankan. Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) sempat turun hingga 4,6 persen secara intraday, sementara PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) masing-masing terkoreksi hingga 2,8 persen.
Sektor material dasar menjadi penyumbang pelemahan terbesar dengan penurunan lebih dari 4 persen. Saham PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) turun sekitar 8 persen, sedangkan PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) melemah sekitar 6,4 persen.
Tekanan di pasar domestik juga dipengaruhi sentimen eksternal, termasuk ketidakpastian geopolitik yang berdampak terhadap pergerakan harga komoditas global. Minyak mentah Brent diperdagangkan di kisaran 72,26 dolar AS per barel, sementara nilai tukar rupiah melemah hingga mendekati Rp17.890 per dolar AS.
Pada sesi pertama, indeks LQ45 turut melemah 13,71 poin atau 2,39 persen ke level 559,29.
Aktivitas perdagangan mencatat volume transaksi mencapai 12,43 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp7,52 triliun.
Di sisi lain, sejumlah saham masih mencatatkan penguatan. Saham PEGE memimpin daftar penguatan dengan kenaikan 34,29 persen, disusul AYLS yang naik 28,99 persen dan MGNA yang menguat 20 persen.
Sementara itu, saham MMIX menjadi pencetak penurunan terdalam setelah terkoreksi 14,84 persen, diikuti PANS yang turun 14,78 persen dan RGAS yang melemah 14,62 persen.
Saham BBCA menjadi pemberat utama pergerakan IHSG pada sesi pertama, disusul ASII, BBRI, BRMS, dan EMAS. Sebaliknya, BELI, MDIY, RATU, ICBP, dan INDF menjadi kontributor positif yang membantu menahan pelemahan indeks.
Disclaimer: Artikel ini disajikan semata-mata untuk tujuan penyampaian informasi dan edukasi. Segala bentuk konten di atas bukan merupakan rekomendasi, instruksi, maupun ajakan untuk melakukan transaksi beli atau jual pada instrumen saham dan kripto tertentu. Keputusan berinvestasi sepenuhnya berada di tangan pembaca.

