Selasa, 2 Juni 2026
Trigger Netmedia
  • Home
  • Kalbar
    • Pontianak
    • Kayong Utara
    • Ketapang
    • Kubu Raya
    • Kapuas Raya
    • Landak
    • Mempawah
    • Sanggau
    • SingBeBas
    • Kapuas Hulu
  • News
    • Peristiwa
    • Sospolhukam
    • Metropolitan
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
    • Keuangan
    • Bisnis
    • Industri
    • Makro
    • IHSG
    • Fintech
  • Edutaiment
    • Literasi
    • Edukasi
    • Budaya
    • Gadgets
    • IT
  • Sport
    • Sepak Bola
    • Kabar Arena
    • Otomotif
  • Lifestyle
    • Comunity
    • Kekinian
    • Fashion
    • Milenial
  • Infotainment
    • Selebritis
    • Film
    • Music
    • Zodiak
  • Kuliner
    • Food
    • Pesona Dunia
    • Pesona Nusantara
  • Pariwara
    • Videotron
    • Foto
    • Kanal Iklan
No Result
View All Result
Trigger Netmedia
Home Nasional

Amnesty Soroti Kasus Andrie Yunus: Versi Polisi dan TNI Berbeda,

Transparansi dalam penegakan hukum

TriggerNetMedia by TriggerNetMedia
26 Maret 2026
in Headline, Nasional, News, Sorotan, Sospolhukam
0
Amnesty Soroti Kasus Andrie Yunus: Versi Polisi dan TNI Berbeda,

Koalisi Masyarakat Sipil bersolidaritas untuk Andrie Yunus. [Suara.com]

1.2k
VIEWS
Share on Facebook

triggernetmedia.com – Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia, Usman Hamid, menilai penanganan kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, sarat nuansa politis dan nonyuridis.

Menurut Usman, hingga pekan kedua setelah kejadian, proses penegakan hukum terkesan lambat dan janggal.

Related posts

KPK Periksa Lebih dari 20 Forwarder dalam Pengembangan Kasus Korupsi Bea Cuka

KPK Periksa Lebih dari 20 Forwarder dalam Pengembangan Kasus Korupsi Bea Cuka

2 Juni 2026
Seskab Teddy Beberkan Tujuh Hasil Diplomasi Prabowo dalam 1,5 Tahun

Seskab Teddy Beberkan Tujuh Hasil Diplomasi Prabowo dalam 1,5 Tahun

2 Juni 2026

“Bukan karena kendala teknis dan administratif, tetapi kental nuansa politis dan nonyuridis,” ujar Usman dalam keterangannya, Kamis (26/3/2026).

Ia juga menilai penyerahan jabatan Kepala Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI yang disebut sebagai bentuk pertanggungjawaban justru bernuansa politis.

“Karena itu harus diarahkan pada pertanggungjawaban yuridis di peradilan umum,” katanya.

Dalam pengungkapan kasus, terdapat perbedaan informasi antara kepolisian dan TNI. Kepolisian menyebut dua pelaku berinisial BHC dan MAK.

Namun, Komandan Pusat Polisi Militer (Danpuspom) TNI sebelumnya merilis empat inisial prajurit, yakni NDP, SL, BHW, dan ES, tanpa penjelasan rinci mengenai peran masing-masing.

“Kami khawatir aparat penegak hukum bergerak sendiri-sendiri sehingga menimbulkan kesimpangsiuran fakta,” ujar Usman.

Ia menilai Presiden perlu membentuk Tim Pencari Fakta (TPF) yang melibatkan unsur penegak hukum, masyarakat sipil, dan tokoh independen. Selain itu, DPR juga didorong untuk turut membentuk TPF melalui Komisi I dan III.

“Tanpa peran maksimal DPR, kasus ini berisiko berhenti di tengah jalan,” kata dia.

Usman menegaskan, kasus tersebut seharusnya diproses melalui peradilan umum, bukan peradilan militer, merujuk pada Tap MPR Nomor VII Tahun 2000 dan Undang-Undang TNI.

“Prajurit yang melakukan tindak pidana umum wajib tunduk pada peradilan umum,” ujarnya.

Ia juga menilai kasus tersebut bukan sekadar tindak pidana biasa, melainkan bentuk teror terhadap kebebasan berpendapat.

“Ini teror sistematis yang dirancang untuk membungkam suara kritis warga negara,” ucap Usman.

Sementara itu, TNI menyatakan telah mengganti Kepala BAIS sebagai bentuk pertanggungjawaban atas kasus tersebut.

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Mayor Jenderal Aulia Dwi Nasrullah, mengatakan pergantian jabatan itu dilakukan sebagai respons terhadap peristiwa yang terjadi.

“Sebagai bentuk pertanggungjawaban, telah dilaksanakan penyerahan jabatan Kabais,” ujarnya, Rabu (25/3/2026).

Sebelumnya, Danpuspom TNI Mayjen TNI Yusri Nuryanto menyebut empat prajurit TNI berinisial NDP, SL, BHW, dan ES diduga terlibat dalam penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus.

Keempatnya kini telah ditahan di Pomdam Jaya untuk menjalani proses hukum.

About Author

TriggerNetMedia

See author's posts

Tags: # BAIS TNI# Kasus Penyiraman Air Kerasaktivis HAM Indonesiaamnesty international IndonesiaAndrie YunusKapuspen TNIpelaku anggota TNIPenegakan hukum Indonesiapenyiraman air keras aktivisPeradilan Militerperadilan umumTim Pencari FaktaTNI/PolriTPFusman hamid
Previous Post

Enam Rumah di Pontianak Utara Hangus, Api Diduga Berawal dari Korsleting

Next Post

KPK Klaim Ada Perkembangan Signifikan Kasus Korupsi Kuota Haji

Next Post
KPK Klaim Ada Perkembangan Signifikan Kasus Korupsi Kuota Haji

KPK Klaim Ada Perkembangan Signifikan Kasus Korupsi Kuota Haji

KPK Periksa Lebih dari 20 Forwarder dalam Pengembangan Kasus Korupsi Bea Cuka

KPK Periksa Lebih dari 20 Forwarder dalam Pengembangan Kasus Korupsi Bea Cuka

2 Juni 2026
Seskab Teddy Beberkan Tujuh Hasil Diplomasi Prabowo dalam 1,5 Tahun

Seskab Teddy Beberkan Tujuh Hasil Diplomasi Prabowo dalam 1,5 Tahun

2 Juni 2026
Indonesia Harus Berdiri di Atas Kaki Sendiri

Indonesia Harus Berdiri di Atas Kaki Sendiri

1 Juni 2026

Gallery Video

  • DEBAT PUBLIK ANTAR PASANGAN BUPATI DAN WAKIL BUPATI KABUPATEN KETAPANG TAHUN 2024
    • DEBAT PUBLIK ANTAR PASANGAN BUPATI DAN WAKIL BUPATI KABUPATEN KETAPANG TAHUN 2024

    • Watch Video

  • DEBAT PUBLIK PASLON BUPATI DAN WAKIL BUPATI KETAPANG 2020 SEGMEN 3
    • DEBAT PUBLIK PASLON BUPATI DAN WAKIL BUPATI KETAPANG 2020 SEGMEN 3

    • Watch Video

  • DEBAT PUBLIK PASLON BUPATI DAN WAKIL BUPATI KETAPANG 2020 SEGMEN 4
    • DEBAT PUBLIK PASLON BUPATI DAN WAKIL BUPATI KETAPANG 2020 SEGMEN 4

    • Watch Video

  • DEBAT PUBLIK PASLON BUPATI DAN WAKIL BUPATI KETAPANG 2020 SEGMEN 5
    • DEBAT PUBLIK PASLON BUPATI DAN WAKIL BUPATI KETAPANG 2020 SEGMEN 5

    • Watch Video

  • KAMPUNG KB MEWUJUDKAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT
    • KAMPUNG KB MEWUJUDKAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT

    • Watch Video

  • DPRD SAHKAN APBD KABUPATEN MEMPAWAH TA 2021 Rp1,08 TRILIUN
    • DPRD SAHKAN APBD KABUPATEN MEMPAWAH TA 2021 Rp1,08 TRILIUN

    • Watch Video

Advertisement Space Availble

Recent News

  • KPK Periksa Lebih dari 20 Forwarder dalam Pengembangan Kasus Korupsi Bea Cuka
  • Seskab Teddy Beberkan Tujuh Hasil Diplomasi Prabowo dalam 1,5 Tahun
  • Indonesia Harus Berdiri di Atas Kaki Sendiri

PT. KALBAR INFORMASI GROUP (KBIG)

Recent News

KPK Periksa Lebih dari 20 Forwarder dalam Pengembangan Kasus Korupsi Bea Cuka

KPK Periksa Lebih dari 20 Forwarder dalam Pengembangan Kasus Korupsi Bea Cuka

2 Juni 2026
Seskab Teddy Beberkan Tujuh Hasil Diplomasi Prabowo dalam 1,5 Tahun

Seskab Teddy Beberkan Tujuh Hasil Diplomasi Prabowo dalam 1,5 Tahun

2 Juni 2026
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kode Prilaku Perusahaan Pers
  • Amsi

copyright © 2025 banner 120x600

No Result
View All Result
  • Home
  • Kalbar
    • Pontianak
    • Kayong Utara
    • Ketapang
    • Kubu Raya
    • Kapuas Raya
    • Landak
    • Mempawah
    • Sanggau
    • SingBeBas
    • Kapuas Hulu
  • News
    • Peristiwa
    • Sospolhukam
    • Metropolitan
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
    • Keuangan
    • Bisnis
    • Industri
    • Makro
    • IHSG
    • Fintech
  • Edutaiment
    • Literasi
    • Edukasi
    • Budaya
    • Gadgets
    • IT
  • Sport
    • Sepak Bola
    • Kabar Arena
    • Otomotif
  • Lifestyle
    • Comunity
    • Kekinian
    • Fashion
    • Milenial
  • Infotainment
    • Selebritis
    • Film
    • Music
    • Zodiak
  • Kuliner
    • Food
    • Pesona Dunia
    • Pesona Nusantara
  • Pariwara
    • Videotron
    • Foto
    • Kanal Iklan

copyright © 2025 banner 120x600