triggernetmedia.com – Lembaga riset Center of Economic and Law Studies (Celios) memperingatkan pemerintah agar berhati-hati dalam menyikapi draf Agreement on Reciprocal Trade (ART) antara Indonesia dan Amerika Serikat. Celios menyebut perjanjian tersebut mengandung sejumlah klausul yang berpotensi merugikan perekonomian nasional.
Direktur Eksekutif Celios Bhima Yudhistira Adhinegara mengatakan pihaknya menemukan tujuh poin bermasalah dalam ART. Menurut dia, kesepakatan ini tidak hanya berdampak pada perdagangan, tetapi juga berisiko melemahkan industri dalam negeri, mengancam keamanan data, dan membatasi kedaulatan diplomasi ekonomi Indonesia.
“Ini bukan perjanjian dagang biasa. Ada klausul yang bisa menjerat Indonesia dalam blok perdagangan tertentu dan mempersempit pilihan kerja sama dengan negara lain,” kata Bhima, Minggu (22/2/2026).
Celios menilai banjir impor dari AS berpotensi memperlebar defisit neraca perdagangan dan menekan nilai tukar rupiah. Selain itu, penghapusan kewajiban TKDN dan absennya transfer teknologi dikhawatirkan mempercepat deindustrialisasi.
Bhima juga mengingatkan adanya risiko hilangnya kontrol nasional atas sektor pertambangan, serta potensi kebocoran data pribadi akibat kebijakan transfer data lintas negara. Menurutnya, jika perjanjian ini diratifikasi tanpa evaluasi menyeluruh, Indonesia berisiko hanya menjadi pasar bagi produk asing.
“Pemerintah perlu melakukan peninjauan serius sebelum mengambil keputusan politik yang berdampak jangka panjang bagi ekonomi nasional,” ujarnya.




