triggernetmedia.com – Perubahan iklim kini dinilai telah berkembang menjadi ancaman terhadap keamanan nasional, tidak lagi sekadar persoalan lingkungan. Dampaknya yang semakin luas dinilai memengaruhi keselamatan masyarakat, ketahanan ekonomi, hingga stabilitas negara.
Pendiri Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI), Dino Patti Djalal, mengatakan paradigma keamanan nasional perlu diperluas karena ancaman yang dihadapi suatu negara saat ini tidak hanya berasal dari konflik bersenjata, tetapi juga dari krisis iklim.
“Isu ini sudah berkembang jauh menjadi persoalan yang memengaruhi berbagai aspek kehidupan bangsa,” ujar Dino, dikutip dari ANTARA.
Sebagai contoh, ia menyoroti banjir besar yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra pada akhir November 2025. Bencana tersebut berdampak pada ratusan ribu warga, menghambat aktivitas ekonomi, dan menjadi perhatian nasional selama beberapa pekan.
Menurut Dino, ancaman perubahan iklim akan terus meningkat, mulai dari kebakaran hutan, kenaikan permukaan air laut, hingga fenomena El Nino yang berpotensi semakin sering terjadi.
“Perubahan iklim bukan ancaman yang selesai dalam satu atau dua tahun, tetapi akan menjadi tantangan jangka panjang,” katanya.
Dino menilai Indonesia memiliki posisi strategis dalam upaya penanganan krisis iklim global. Selain memiliki hutan tropis yang berperan sebagai penyerap karbon alami, Indonesia juga dinilai berhasil menekan laju deforestasi dalam beberapa tahun terakhir.
Meski demikian, ia menekankan perlunya komitmen yang lebih kuat agar aksi iklim menjadi prioritas nasional sekaligus memperkuat peran Indonesia dalam penyusunan kebijakan iklim di tingkat global.
Sejalan dengan pandangan tersebut, Badan Teknologi Pertahanan (Batekhan) Kementerian Pertahanan pada Juli 2025 menyatakan bahwa tingginya risiko bencana di Indonesia menuntut perubahan pendekatan dengan memasukkan bencana sebagai bagian dari ancaman strategis nasional.
Batekhan mengusulkan penguatan sistem ketahanan berbasis risiko bencana melalui integrasi data, pengembangan doktrin pertahanan nonmiliter, serta pembangunan pusat logistik strategis untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi dampak perubahan iklim.
Pembahasan mengenai keterkaitan perubahan iklim dan keamanan nasional dijadwalkan menjadi salah satu agenda utama dalam Indonesia Net Zero Summit (INZS) 2026 yang digelar FPCI pada 1 Agustus 2026 di Jakarta. Forum tersebut diharapkan menghasilkan berbagai rekomendasi untuk memperkuat aksi iklim sekaligus mendukung ketahanan nasional dan pembangunan berkelanjutan.










