triggernetmedia.com – Petani durian asal Punggur mendominasi ajang Kontes Durian yang digelar dalam rangkaian Pameran Flora dan Fauna Bumi Khatulistiwa di Halaman Kolam Renang Ampera, Minggu (19/7/2026). Kegiatan ini menjadi ajang untuk menampilkan kualitas durian unggulan dari berbagai daerah sekaligus mempromosikan potensi buah lokal Kalimantan Barat.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Pontianak, Amirullah, menyerahkan langsung hadiah kepada para pemenang. Ia mengapresiasi para petani yang telah menghadirkan durian berkualitas hasil budidaya mereka.
Juara pertama diraih Ismail dengan varietas Jantung Hati asal Punggur. Posisi kedua ditempati Roan dengan varietas Kabu dari Balai Karangan, sedangkan juara ketiga diraih Arjuna melalui varietas Kulit Hijau yang juga berasal dari Punggur.
Amirullah mengatakan, kontes durian tidak sekadar menentukan buah terbaik, tetapi juga menjadi sarana memperkenalkan kekayaan plasma nutfah serta keunggulan varietas durian lokal kepada masyarakat.
Menurutnya, Kalimantan Barat memiliki beragam varietas durian dengan cita rasa khas yang berpotensi menjadi komoditas unggulan daerah.
“Kontes ini merupakan bentuk apresiasi kepada para petani yang terus berupaya menghasilkan durian berkualitas. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat memotivasi petani untuk terus meningkatkan kualitas budidaya, mulai dari pemeliharaan tanaman hingga menghasilkan buah yang memiliki daya saing,” ujar Amirullah.
Ia menambahkan, sektor hortikultura, khususnya komoditas durian, memiliki prospek ekonomi yang menjanjikan apabila dikelola secara berkelanjutan. Karena itu, pemerintah terus mendorong peningkatan kualitas produk, promosi, dan kolaborasi dengan berbagai pihak agar durian lokal mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
Selain menjadi ajang kompetisi, Pameran Flora dan Fauna Bumi Khatulistiwa juga berfungsi sebagai sarana edukasi bagi masyarakat untuk mengenal kekayaan hayati Kalimantan Barat. Kegiatan tersebut diharapkan tidak hanya menjadi destinasi rekreasi keluarga, tetapi juga membuka peluang pemasaran yang lebih luas bagi petani dan pelaku usaha lokal.
“Melalui pameran ini masyarakat dapat mengenal lebih dekat berbagai varietas durian unggulan daerah. Kami berharap kegiatan ini dapat meningkatkan minat masyarakat terhadap produk lokal sekaligus memberikan dampak positif bagi kesejahteraan para petani,” tuturnya.
Amirullah berharap Pameran Flora dan Fauna Bumi Khatulistiwa dapat terus diselenggarakan secara berkelanjutan sebagai wadah promosi, edukasi, dan pengembangan sektor pertanian. Dengan demikian, komoditas unggulan daerah, termasuk durian, semakin dikenal luas dan memiliki nilai tambah yang mampu meningkatkan perekonomian masyarakat.











