triggernetmedia.com – Nyeri punggung bawah atau low back pain menjadi salah satu keluhan kesehatan yang paling sering dialami masyarakat. Kondisi ini dapat menyerang siapa saja, mulai dari pekerja kantoran, ibu rumah tangga, hingga mereka yang melakukan aktivitas fisik berat.
Okupasi Terapis RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie (SSMA) Pontianak, Esha Kuswo Pamungkas, mengatakan nyeri punggung bawah umumnya dipicu oleh berbagai faktor, seperti postur tubuh yang kurang baik, duduk terlalu lama, kurang berolahraga, mengangkat beban dengan teknik yang keliru, hingga cedera pada otot dan sendi di sekitar tulang belakang.
“Sebagian besar kasus nyeri punggung bawah dapat membaik dengan penanganan yang tepat. Yang terpenting adalah mengetahui penyebabnya terlebih dahulu agar terapi yang diberikan sesuai dengan kondisi pasien,” kata Esha saat memberikan edukasi di RSUD SSMA, Selasa (14/7/2026).
Menurut Esha, masih banyak orang yang memilih beristirahat total ketika mengalami nyeri punggung. Padahal, kebiasaan tersebut justru dapat memperlambat proses pemulihan karena otot menjadi lebih kaku.
Ia menyarankan penderita tetap melakukan aktivitas ringan sesuai kemampuan serta menjalani latihan yang direkomendasikan tenaga kesehatan. Langkah tersebut dinilai lebih efektif untuk membantu mempercepat pemulihan.
Selain terapi fisik, Esha menekankan pentingnya menjaga postur tubuh saat duduk, berdiri, maupun mengangkat barang. Kebiasaan sederhana, seperti mengubah posisi secara berkala ketika bekerja, melakukan peregangan setiap 30 hingga 60 menit, dan rutin berolahraga dapat membantu menurunkan risiko terjadinya nyeri punggung bawah.
“Latihan untuk memperkuat otot inti tubuh dan meningkatkan fleksibilitas juga berperan penting dalam menjaga kesehatan tulang belakang serta mencegah nyeri datang kembali,” ujarnya.
Esha mengingatkan, meski sebagian besar kasus dapat ditangani tanpa operasi, masyarakat perlu segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila nyeri berlangsung lebih dari beberapa minggu, semakin berat, menjalar hingga ke tungkai, disertai mati rasa, kelemahan pada kaki, atau gangguan buang air kecil maupun buang air besar.
Menurutnya, gejala tersebut dapat menjadi tanda adanya gangguan yang memerlukan penanganan medis lebih lanjut.
“Dengan mengenali penyebab, menerapkan penanganan yang tepat, dan menjalankan pola hidup sehat, nyeri punggung bawah dapat dicegah maupun dikendalikan sehingga aktivitas sehari-hari tetap berjalan dengan nyaman dan produktif,” kata Esha.










