triggernetmedia.com – Pemerintah Kota Pontianak terus menggulirkan program perbaikan rumah tidak layak huni bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Salah satu penerima bantuan, Hasan, warga Kelurahan Siantan Hilir, Kecamatan Pontianak Utara, mengaku terbantu dengan program tersebut. Selama lebih dari lima tahun, ia tinggal di rumah berdinding papan dengan kondisi lantai dan atap yang sudah tidak layak.
Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Hasan berjualan es dan air tebu dengan penghasilan yang tidak menentu. Kondisi ekonomi tersebut membuatnya kesulitan memperbaiki rumah secara mandiri.
“Kalau dapat bantuan, kita kerjakan yang benar supaya bermanfaat,” ujarnya, Senin (20/4/2026).
Ia bersama keluarga turut bergotong royong memperbaiki rumah secara bertahap, meskipun tetap harus tinggal di dalam rumah selama proses berlangsung.
Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, mengatakan program ini menjadi bagian dari upaya menekan kemiskinan dan meningkatkan kualitas lingkungan permukiman.
“Tahun ini kita anggarkan sekitar Rp4,6 miliar untuk membantu 217 unit rumah, masing-masing Rp30 juta,” katanya.
Selain perbaikan rumah, pemerintah juga memberikan bantuan pembangunan sanitasi berupa WC bagi masyarakat yang belum memiliki fasilitas layak.
Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kota Pontianak, Derry Gunawan, menambahkan total bantuan pada 2026 mencapai sekitar 500 unit jika digabung dengan program dari pemerintah pusat.
Ia menjelaskan, program ini dilaksanakan dengan pola swadaya masyarakat, dengan sebagian besar anggaran digunakan untuk pembelian material.




