triggernetmedia.com – Nyeri sendi yang muncul berulang tidak boleh dianggap sepele. Kondisi ini bisa menjadi tanda Osteoartritis, yaitu penyakit sendi degeneratif akibat kerusakan tulang rawan.
Apoteker Fikri Destari mengatakan, osteoartritis umumnya terjadi seiring bertambahnya usia, tetapi juga dapat dialami oleh siapa saja, terutama individu dengan aktivitas berat, kelebihan berat badan, atau riwayat cedera sendi.
“Tanpa penanganan yang tepat, osteoartritis dapat menyebabkan nyeri semakin parah, penurunan fungsi sendi, hingga menurunnya kualitas hidup,” ujarnya saat memberikan edukasi di RSUD SSMA Kota Pontianak, Rabu (15/4/2026).
Menurut Fikri, pengobatan osteoartritis tidak hanya bertujuan meredakan nyeri, tetapi juga menjaga fungsi sendi dalam jangka panjang. Terapi dapat dilakukan melalui penggunaan obat pereda nyeri seperti paracetamol, obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS), serta obat oles pada area sendi.
Dalam kondisi tertentu, dokter juga dapat memberikan suntikan langsung ke dalam sendi untuk mengurangi peradangan.
Fikri mengingatkan masyarakat untuk tidak mengonsumsi obat tanpa rekomendasi dokter, terutama dalam jangka panjang. Ia juga menekankan pentingnya memperhatikan riwayat penyakit lain seperti gangguan lambung, ginjal, atau jantung.
Selain pengobatan, perubahan gaya hidup menjadi bagian penting dalam pengendalian osteoartritis. Aktivitas fisik ringan seperti berjalan kaki, menjaga berat badan ideal, serta fisioterapi dapat membantu meningkatkan fungsi sendi.
“Kombinasi pengobatan dan perubahan gaya hidup yang konsisten menjadi kunci dalam mengendalikan gejala,” katanya.




