triggernetmedia.com – Aktris Aisyah Aqilah mengungkapkan tantangan terbesarnya saat membintangi film horor Sajen Satu Suro. Bukan pada adegan-adegan menyeramkan, melainkan saat membangun karakter Tania, sosok yang tertutup dan terbiasa memendam perasaannya sendiri.
Dalam konferensi pers di Jakarta, baru-baru ini, Aisyah mengatakan karakter Tania sangat bertolak belakang dengan kepribadiannya di kehidupan sehari-hari yang ceria dan ekspresif.
“Karakter Tania itu anak yang sangat sayang keluarga, punya rasa ingin tahu yang tinggi, juga ambisi besar terhadap sesuatu yang dia inginkan, terutama soal keluarga. Dia tipe orang yang pemendam. Tidak berisik di luar, tapi selalu berisik di dalam kepalanya,” ujar Aisyah.
Perbedaan karakter tersebut membuatnya harus terus mengingat untuk tetap berada dalam sosok Tania setiap kali kamera mulai merekam.
“Mengolah emosinya juga menjadi tantangan karena sebagai Aisyah aku happy-go-lucky, sedangkan Tania pemendam. Jadi kalau sudah on camera, aku harus ingat, ini Tania ya, jangan banyak bicara, jangan banyak bergerak, jangan bercanda dulu,” katanya.
Membangun Emosi Karakter
Aisyah menjelaskan, membangun emosi karakter Tania membutuhkan persiapan yang matang. Pasalnya, proses syuting tidak dilakukan sesuai urutan cerita sehingga ia harus memahami keseluruhan alur dan perkembangan emosi karakter.
“Membangun emosinya kan terkadang syuting tidak berurutan. Bisa saja tiba-tiba harus memainkan adegan dengan emosi yang sudah tinggi. Jadi aku harus membaca keseluruhan naskah dan memahami setiap adegan beserta subteksnya,” tuturnya.
Ia juga banyak berdiskusi dengan sutradara untuk menjaga konsistensi emosi Tania di setiap adegan.
“Aku sering ngobrol sama Pak Gatot supaya diingatkan, sebelum adegan ini Tania sedang merasakan apa, jadi emosinya tetap konsisten,” ujarnya.
Saat menjalani adegan menangis histeris, Aisyah memilih sepenuhnya masuk ke sudut pandang karakter yang diperankannya.
“Tentu aku membayangkan Tania. Kalau membayangkan diriku sendiri, takutnya rasa sedihnya berbeda dengan yang dialami karakter. Jadi aku harus benar-benar merasakan apa yang dirasakan Tania,” katanya.
Lokasi Syuting Bernuansa Mencekam
Selain tantangan akting, Aisyah mengaku lokasi syuting turut menghadirkan suasana yang mencekam. Meski tidak mengalami kejadian mistis secara langsung, ia mendengar berbagai cerita dari kru mengenai pengalaman menyeramkan selama proses produksi.
“Lokasinya memang horor banget. Sepertinya mereka pintar memilih tempat-tempat yang sudah lama kosong. Ada beberapa kejadian, tapi bukan aku yang mengalaminya. Aku lebih banyak mendengar cerita dari kru,” ungkapnya.
Meski mengaku penakut, Aisyah justru menyukai film bergenre horor.
“Aku penakut, tapi suka banget film horor. Asal nontonnya ramai-ramai, jangan sendiri,” ujarnya sambil tertawa.
Riset Dua Pekan di Desa-desa Jawa
Sementara itu, sutradara Gatot Subroto mengatakan proses riset menjadi fondasi penting dalam membangun dunia Sajen Satu Suro. Ia menghabiskan waktu selama dua pekan berkeliling desa-desa di Pulau Jawa untuk mendalami budaya yang menjadi latar cerita.
“Saat menerima naskah draft keempat, saya diberi kesempatan dua minggu berkeliling ke berbagai daerah di Jawa. Saya tidak menginap di hotel, tetapi tinggal di desa-desa sambil menulis,” katanya.
Menurut Gatot, pengalaman tersebut membantunya menghadirkan nuansa horor klasik Indonesia yang dipadukan dengan pendekatan modern.
“Dari situlah lahir proses Sajen Satu Suro sebagai penghormatan terhadap film horor klasik Indonesia era 1980-an, tetapi dikemas lebih modern melalui para pemainnya,” ujarnya.
Tayang 30 Juli 2026
Sajen Satu Suro merupakan film horor produksi PIM Pictures yang bekerja sama dengan D’Ayu Pictures, South East Pictures, Layar Production, dan Dynamic Pictures.
Film berdurasi 106 menit ini disutradarai Gatot Subroto dengan skenario karya Endik Koeswoyo, Tisa TS, Dastan Gunnar Alfarisi, dan Yohanes Gatot Subroto. Film ini diproduseri Agustinus Sitorus, R. Agung Saptono, dan Demitri Kusbianto.
Selain Aisyah Aqilah, film ini juga dibintangi Cinta Brian, Frislly Herlind, Clift Sangra, Munggaran Meldrat, Haris Syaus, Yurike Prastika, hingga Asyila Corina.
Film ini mengisahkan Tania yang bersama tiga sahabatnya kembali ke Desa Maduabang untuk mengembalikan keris warisan sang kakek demi menyembuhkan ibunya. Namun, kedatangan mereka justru membangkitkan teror arwah Sumarni dan mengungkap rahasia kelam keluarga yang berkaitan dengan malam Satu Suro.
Sajen Satu Suro dijadwalkan tayang di bioskop mulai 30 Juli 2026.










