triggernetmedia.com – Purbaya Yudhi Sadewa melaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto mengenai dampak kebijakan penyuntikan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) sebesar Rp200 triliun ke perbankan yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).
Purbaya mengatakan kebijakan tersebut merupakan hasil koordinasi antara Kementerian Keuangan Republik Indonesia sebagai otoritas fiskal dan Bank Indonesia sebagai otoritas moneter untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi.
“Seperti waktu dulu saya menyuntikkan uang Rp200 triliun lebih. Uangnya masih ada di sana untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi,” kata Purbaya dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, dikutip Minggu (15/3/2026).
Menurut dia, kebijakan tersebut turut mendorong pertumbuhan uang primer atau M0. Hingga Februari 2026, uang primer tercatat tumbuh 14,2 persen.
Purbaya menilai pertumbuhan tersebut cukup untuk mendukung pergerakan ekonomi nasional.
Selain itu, pertumbuhan uang primer juga berdampak pada peningkatan penyaluran kredit perbankan yang mencapai 10 persen pada Januari 2026.
Sementara itu, Dana Pihak Ketiga (DPK) di perbankan tercatat tumbuh 13,5 persen pada periode yang sama.
“Kredit di bulan Januari sudah tumbuh 10 persen dan DPK tumbuh 13,5 persen. Ini angka yang cukup sehat. Suku bunga juga menurun karena kami menjaga stabilitas pasar,” ujar Purbaya.




