triggernetmedia.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat menargetkan peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) menjadi 73,11 pada 2027. Target tersebut disampaikan Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan saat membuka Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal RKPD Kalbar 2027, Jumat (20/2/2026).
Ria Norsan mengatakan, satu tahun masa kepemimpinannya bersama Wakil Gubernur Krisantus Kurniawan difokuskan pada pembangunan fondasi transformasi daerah berbasis kinerja. Menurut dia, sejumlah indikator makro menunjukkan hasil positif.
Pertumbuhan ekonomi Kalimantan Barat pada 2025 tercatat 5,39 persen, lebih tinggi dari rata-rata nasional. Angka kemiskinan berhasil ditekan menjadi 5,97 persen, sementara Tingkat Pengangguran Terbuka turun menjadi 4,63 persen. Rasio Gini juga membaik di angka 0,308.
“Target pembangunan tidak boleh kecil. Kita harus berani memasang target tinggi agar ada dorongan kuat untuk mencapainya,” ujar Ria Norsan.
Ia menilai peningkatan IPM harus ditopang perbaikan sektor pendidikan, kesehatan, dan administrasi kependudukan. Pemerintah daerah juga mendorong keterlibatan dunia usaha melalui pemanfaatan dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) untuk peningkatan kualitas tenaga kerja.
Wakil Gubernur Krisantus Kurniawan menambahkan, tantangan pembangunan Kalbar memerlukan sinergi lintas sektor, termasuk dalam pengendalian inflasi dan penurunan pengangguran. Menurut dia, operasi pasar bukan solusi jangka panjang jika tidak dibarengi penguatan pasokan barang.
Dalam RKPD 2027, Pemprov Kalbar menetapkan lima agenda utama, yakni percepatan investasi dan hilirisasi, peningkatan kualitas SDM, pembangunan infrastruktur berbasis teknologi, pengelolaan lingkungan berkelanjutan, serta penguatan tata kelola pemerintahan yang transparan.




