triggernetmedia.com – Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengajak warga memanfaatkan momentum Ramadan sebagai ruang hijrah menuju kehidupan yang lebih baik. Menurut dia, Ramadan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan waktu yang tepat untuk memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas keimanan.
“Ramadan adalah bukti bahwa kita bisa berubah. Ini bukan hanya soal ibadah wajib, tetapi bagaimana kita melawan hawa nafsu serta meningkatkan iman dan takwa demi kebahagiaan dunia dan akhirat,” ujar Edi Rusdi Kamtono usai Salat Subuh berjemaah di Masjid Baitussalam, Kamis (19/2/2026).
Ia juga menyinggung perbedaan penetapan awal Ramadan yang kerap terjadi setiap tahun. Menurutnya, perbedaan tersebut merupakan bagian dari dinamika umat Islam dan seharusnya disikapi dengan bijak karena memiliki tujuan yang sama, yakni meningkatkan kualitas keimanan.
Edi menyebutkan, sekitar 82 persen penduduk Pontianak Timur beragama Islam. Dengan mayoritas Muslim, ia berharap kehidupan masyarakat semakin berlandaskan nilai-nilai Al-Qur’an dan Hadis dalam kehidupan sehari-hari.
“Contoh sederhana, sandal aman di masjid, parkir motor tertib, sabar di jalan. Di kota ini kalau tidak sabar, tensi bisa naik, apalagi di lampu merah,” ujarnya.
Selain itu, Edi juga menyoroti pertumbuhan penduduk dan urbanisasi yang terus meningkat, sementara ketersediaan lahan semakin terbatas. Meski keberadaan Jembatan Kapuas II telah membantu mengurai kemacetan, ia mengakui masih diperlukan solusi jangka panjang, seperti pengembangan outer ring road.
Pemerintah Kota Pontianak, kata dia, terus berkomitmen membangun infrastruktur dasar, mulai dari peningkatan kualitas jalan hingga pembebasan lahan untuk fasilitas pendidikan. Terkait Masjid Baitussalam, Pemkot memastikan dukungan penuh agar pembangunannya segera rampung.
“Mudah-mudahan Ramadan tahun depan kita sudah bisa salat di masjid yang selesai dibangun. Dengan kebersamaan, saya yakin pembangunan ini bisa cepat tuntas,” pungkasnya.




