triggernetmedia.com – Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru), Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat memperkuat koordinasi untuk memastikan ketersediaan bahan pangan, barang kebutuhan penting (BAPOKTING), solar, serta LPG subsidi 3 kg. Hal itu dibahas dalam rapat koordinasi yang dipimpin Sekretaris Daerah Kalbar, dr. Harisson, M.Kes., di Ruang Arwana Kantor Gubernur Kalbar, Kamis (27/1/2025).
Harisson menekankan bahwa pengamanan pasokan menjelang Nataru membutuhkan kerja sama lintas sektor. Menurutnya, kecukupan stok pangan tidak hanya penting bagi stabilitas harga, tetapi juga bagi kenyamanan masyarakat dalam menjalankan perayaan keagamaan.
“Koordinasi seluruh pihak perlu diperkuat agar suplai bahan pangan dan energi tetap stabil,” katanya.
Ia mengingatkan bahwa ketergantungan Kalbar pada pasokan luar daerah membuat pemerintah harus lebih cermat dalam membaca potensi gangguan distribusi. Waktu kedatangan barang, volume pasokan, dan variasi komoditas, kata Harisson, harus diawasi dengan lebih ketat.
“Kami ingin memastikan masyarakat bisa memperoleh kebutuhan dengan harga wajar. Jika ada kenaikan harga ringan, itu masih bisa dimaklumi,” ujarnya.
Rakor digelar lebih awal sebagai upaya memberi ruang bagi perangkat daerah menyusun langkah pengawasan dan menentukan strategi penyaluran barang kebutuhan. Harisson menyebut jalur masuk barang yang beragam menjadi tantangan tersendiri dalam menjaga mutu pasokan.
“Banyak barang datang di luar jam operasional, termasuk malam hari. Pengawasan mutu harus diperkuat,” tegasnya.
Kepala Biro Perekonomian Setda Kalbar, Harry Ronaldi Mahaputrawan, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut pembentukan Satgas Ketahanan Pangan Provinsi Kalbar sebagaimana diatur dalam SK Gubernur No. 683/RO-EKON/2025 dan Surat Edaran Mendagri No. 511.2/3149/SJ.
“Satgas bertugas melakukan pembinaan, koordinasi, pemantauan, dan evaluasi terhadap ketersediaan, distribusi, serta stabilisasi harga 11 komoditas pangan strategis,” ujarnya.
Ia berharap koordinasi yang dilakukan lebih dini dapat memperkuat stabilisasi pasokan serta membantu pengendalian inflasi selama periode Nataru 2025/2026.




