triggernetmedia.com – Pemerintah melalui Kementerian Sosial (Kemensos) menegaskan bahwa penyaluran Bantuan Langsung Tunai Kesejahteraan Rakyat (BLT Kesra) masih berlangsung hingga November 2025. Bantuan ini disiapkan sebagai stimulus tambahan untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah ketidakpastian ekonomi.
BLT Kesra berbeda dari program bantuan sosial reguler seperti Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Tahun ini, pemerintah menargetkan 35,05 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Sesuai ketentuan, BLT Kesra hanya diberikan sekali dalam setahun dengan skema rapel untuk tiga bulan: Oktober, November, dan Desember. Setiap KPM menerima Rp300.000 per bulan, sehingga total bantuan yang diterima mencapai Rp900.000 dan diberikan penuh tanpa potongan.
Kemensos belum memastikan apakah BLT Kesra akan kembali dilanjutkan pada 2026. Pemerintah masih fokus menyelesaikan penyaluran untuk tahun berjalan.
Siapa saja penerimanya
Menteri Sosial menjelaskan bahwa penerima BLT Kesra merupakan keluarga miskin yang tercatat pada Desil 1 hingga 4 dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Dari total penerima, 20,88 juta KPM adalah kelompok penebalan—penerima yang sudah mendapatkan bansos reguler. Sementara 14,15 juta KPM lainnya merupakan penerima baru yang dimasukkan ke dalam program tahun ini.
Cara mengecek status penerimaan
Masyarakat dapat memeriksa status BLT Kesra secara mandiri menggunakan data identitas sesuai KTP.
-
Melalui situs resmi Kemensos
– Pilih wilayah domisili hingga tingkat desa/kelurahan.
– Masukkan nama lengkap dan kode keamanan.
– Sistem akan menampilkan daftar bantuan yang diterima. Jika tidak terdaftar, muncul keterangan “Tidak Terdapat Peserta/PM”. -
Melalui aplikasi Cek Bansos
– Unduh aplikasi di Play Store dan buat akun baru.
– Lengkapi identitas, termasuk NIK, alamat, foto KTP, dan swafoto.
– Setelah terverifikasi, pengguna dapat melihat informasi bantuan melalui menu Profil.



