triggernetmedia.com – Pemerintah tengah menyiapkan langkah baru untuk memperkuat ekonomi daerah melalui penempatan Saldo Anggaran Lebih (SAL) APBN di bank pembangunan daerah (BPD).
Langkah ini diharapkan bisa memperluas peredaran likuiditas pemerintah dan mempercepat pertumbuhan ekonomi di tingkat lokal.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan, realisasi kebijakan tersebut masih menunggu kesiapan dari masing-masing BPD. Pemerintah, kata dia, tidak ingin terburu-buru menyalurkan dana sebelum kesiapan teknis benar-benar matang.
“Realisasinya belum, karena kami menunggu kesiapan BPD-nya sendiri. Pak Prima (Dirjen Perbendaharaan) sudah berkomunikasi dengan mereka,” ujar Purbaya dalam paparan APBN Kita 2025 yang disiarkan melalui YouTube Kemenkeu, Rabu (15/10/2025).
Menurutnya, pemerintah ingin memastikan bahwa penyaluran dana benar-benar efektif dan dapat diserap oleh sektor produktif.
“Kita lihat dulu seberapa besar kemampuan BPD menyalurkan dana ini, karena di Himbara pun masih ada dana yang belum terserap seluruhnya,” tambahnya.
Sementara itu, Dirjen Perbendaharaan Kemenkeu, Astera Primanto Bhakti, menyebut dua BPD sedang dalam proses asesmen, yakni Bank DKI Jakarta dan Bank Jatim. Setelah proses tersebut selesai, hasilnya akan dilaporkan kepada Menteri Keuangan untuk ditindaklanjuti.
Kebijakan ini merupakan kelanjutan dari program penempatan dana SAL senilai Rp200 triliun di bank-bank milik negara (Himbara) sebelumnya. Melalui perluasan ke BPD, pemerintah berharap agar perputaran dana di daerah menjadi lebih cepat dan mampu memperkuat struktur ekonomi lokal.
“Penempatan dana di BPD akan membantu meningkatkan fungsi intermediasi perbankan daerah agar ekonomi tumbuh lebih merata,” pungkas Purbaya.



