triggernetmedia.com – Pontianak kembali menjadi tuan rumah kegiatan strategis tingkat nasional. Jumat (19/9/2025), Hotel Golden Tulip menjadi lokasi berlangsungnya Sosialisasi dan Penjaringan Aspirasi Rancangan Undang-Undang (RUU) Statistik. Agenda ini digelar untuk menghimpun masukan dari daerah, agar regulasi statistik yang baru benar-benar sesuai dengan tantangan zaman.
Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat, dr. Harisson, M.Kes., dalam sambutannya menegaskan bahwa dasar hukum kegiatan statistik di Indonesia masih bertumpu pada Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997. “Lebih dari 20 tahun regulasi ini menjadi fondasi, namun kini perkembangan teknologi informasi, kebutuhan big data, serta cara masyarakat mengakses informasi sudah jauh berubah. Regulasi baru sangat dibutuhkan agar tetap relevan,” katanya.
Harisson menyoroti tiga hal utama yang menjadi urgensi RUU Statistik: modernisasi metode pengumpulan data, optimalisasi pemanfaatan data administrasi yang belum terintegrasi sepenuhnya, serta pemanfaatan sumber data baru seperti big data. Namun, ia mengingatkan pemanfaatan big data harus tetap memperhatikan aspek keamanan, privasi, dan etika.
Plt. Sekretaris Utama BPS, Moh. Edy Mahmud, S.Si., M.P., yang turut hadir, menyampaikan bahwa proses penyusunan RUU ini dilakukan secara demokratis melalui dialog dengan daerah. “Kami ingin memastikan RUU Statistik bukan hanya sebatas konsep, tetapi benar-benar membumi, aplikatif, dan menjawab kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Menurut Edy, regulasi baru ini bukan hanya untuk kepentingan BPS, melainkan bagi seluruh elemen bangsa. Data statistik yang akurat, valid, dan terpercaya akan menjadi dasar penting dalam perumusan kebijakan publik serta perencanaan pembangunan nasional.
Acara sosialisasi ini juga dihadiri Anggota Badan Legislasi DPR RI, Dr. Daniel Johan, SE., M.M., Kepala BPS Kalbar, Sekda Kota Pontianak, Sekda Kabupaten Kubu Raya, Sekda Kabupaten Mempawah, serta sejumlah kepala dinas terkait.
Melalui forum aspirasi ini, diharapkan lahir masukan konstruktif dari Kalimantan Barat untuk memperkuat sistem statistik nasional yang kokoh, adaptif, dan bermanfaat bagi pembangunan di era digital.

