triggernetmedia.com – Pemerintah melalui Istana Kepresidenan meminta aparat kepolisian lebih sabar dan berhati-hati dalam menangani aksi unjuk rasa. Permintaan itu disampaikan menyusul insiden kendaraan taktis (rantis) Brimob yang melindas seorang pengemudi ojek online (ojol) di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat, Kamis sore.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan, pihaknya terus berkoordinasi dengan kepolisian untuk merespons peristiwa yang menuai perhatian publik tersebut.
“Sejak tadi kami melakukan koordinasi dengan aparat. Kami secara khusus meminta agar pengamanan dilakukan dengan penuh kesabaran dan kehati-hatian,” kata Prasetyo dalam keterangan pers, Kamis malam.
Ia menambahkan, insiden ini harus menjadi perhatian serius. “Kami meminta kepolisian memberi atensi khusus terhadap kejadian tersebut,” ujarnya.
Detik-Detik Insiden
Insiden bermula saat aparat berupaya membubarkan massa aksi di wilayah Pejompongan. Dalam sebuah video yang viral di media sosial X, tampak sebuah rantis Brimob melaju di tengah kerumunan. Massa berhamburan ke segala arah, namun seorang ojol justru tertabrak dan terlindas kendaraan tersebut.
Rekaman juga menunjukkan warga berteriak memperingatkan aparat, sementara massa kemudian mengejar dan memukul bodi rantis. Namun kendaraan tetap melaju dan meninggalkan lokasi.
Korban Diketahui Ojol
Belakangan diketahui, korban yang terlindas merupakan pengemudi ojek online. Ia sempat berada di kolong kendaraan sebelum rantis kembali melaju. Insiden ini langsung memicu kemarahan massa di sekitar lokasi dan menjadi perbincangan luas di media sosial.




