triggernetmedia.com – Pemerintah menegaskan bahwa target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar delapan persen pada 2029 harus berjalan beriringan dengan upaya penurunan emisi karbon. Hal ini disampaikan Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi, Hashim Djojohadikusumo, Kamis (21/8/2025).
Hashim menuturkan, percepatan pertumbuhan ekonomi secara otomatis akan meningkatkan emisi karbon, sehingga diperlukan strategi yang jelas agar pembangunan tidak membebani lingkungan. “Peningkatan pertumbuhan ekonomi harus sejalan dengan komitmen penurunan emisi karbon, bukan sebaliknya,” ujar Hashim. Ia menambahkan, investasi pada energi bersih, efisiensi industri, dan teknologi rendah karbon menjadi kunci pencapaian target tersebut.
Sektor Industri Fokus Transformasi Hijau
Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, menekankan pentingnya sinergi antara pertumbuhan ekonomi dan kebijakan lingkungan. Menurut Agus, sektor industri menyumbang sekitar 30 persen emisi CO2 nasional, sehingga transformasi industri hijau menjadi krusial. Ia menegaskan, upaya ini bukan sekadar biaya, tetapi investasi strategis untuk daya saing nasional.
Transformasi industri hijau sejalan dengan visi Asta Cita Presiden, termasuk mendorong ekonomi hijau dan biru, menciptakan lapangan kerja hijau (green jobs), meningkatkan nilai tambah industri melalui hilirisasi, dan menerapkan prinsip ekonomi sirkular.
AIGIS 2025 Dorong Industri Hijau
Pada The 2nd Annual Indonesia Green Industry Summit (AIGIS) 2025, Menperin menekankan tiga prinsip utama, yaitu Zero Emission, Zero Waste, dan Zero APBN. Acara ini terselenggara atas kerja sama BSKJI Kemenperin, WRI, IESR, PT Global Mahaka Solusindo, dengan dukungan sponsor Toyota dan Jaecoo.
AIGIS juga memberikan penghargaan bagi pelaku industri, lembaga sertifikasi, auditor, dan pemerintah daerah yang berkomitmen terhadap keberlanjutan. Penghargaan diberikan dalam lima kategori, mulai dari kinerja terbaik, transformasi industri hijau, lembaga sertifikasi terbaik, auditor terbaik, hingga pemerintah daerah terbaik.
Menperin mengajak seluruh pelaku industri untuk melihat dekarbonisasi sebagai peluang, bukan beban. Melalui efisiensi energi, pemanfaatan energi terbarukan, teknologi CCU, dan ekonomi sirkular, Indonesia diharapkan mampu menjaga daya saing global sekaligus berkontribusi pada kelestarian lingkungan.