triggernetmedia.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan dua anggota Komisi XI DPR RI, yakni Heri Gunawan (HG) dari Fraksi Gerindra dan Satori (ST) dari Fraksi Partai NasDem, sebagai tersangka kasus dugaan penyalahgunaan alokasi dana program sosial.
Plt Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, menjelaskan bahwa dalam rapat tertutup Panitia Kerja (Panja) Komisi XI DPR dengan Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada periode 2020–2022, disepakati adanya alokasi dana program sosial bagi setiap anggota komisi. Dana itu semestinya disalurkan melalui yayasan binaan masing-masing legislator.
Namun, dalam penyelidikan, KPK menduga dana tersebut justru digunakan untuk kepentingan pribadi, seperti pembangunan rumah makan, akuisisi tanah dan bangunan, hingga pembelian kendaraan.
Penelusuran ke Ruang Kerja Heri Gunawan
Berdasarkan pantauan pada Selasa (19/8/2025), suasana di Gedung Nusantara I DPR RI, Senayan, Jakarta, mulai lengang menjelang sore. Pegawai negeri sipil dan tenaga ahli sebagian besar sudah meninggalkan area kerja.
Ruang kerja Heri Gunawan yang berada di lantai 17, area Fraksi Partai Gerindra, tepatnya di ruangan nomor 1724, menjadi tujuan penelusuran. Namun, akses ke dalam ruangan terbatas.
Seorang petugas Pamdal DPR yang ditemui di koridor menegaskan bahwa jurnalis harus mengantongi izin resmi untuk masuk dan mengambil gambar. “Harus ada surat izinnya, maaf ya,” ujar petugas tersebut.
Akhirnya, pemantauan hanya bisa dilakukan dari lobi fraksi, yang sudah tampak sepi seiring berakhirnya jam kerja.
Jejak Kopi di Depan Ruang Kerja Satori
Penelusuran dilanjutkan ke lantai 21, area Fraksi Partai NasDem, untuk melihat kondisi ruang kerja Satori dengan nomor 2106.
Seorang petugas kebersihan di lokasi mengonfirmasi bahwa ruangan tersebut sudah tidak beraktivitas sejak sore. “Ruang 2106 ditutup, udah nggak ada orang, udah sepi,” katanya.
Pengecekan di depan ruangan membenarkan hal itu. Pintu dengan pelang nama “Satori, S.PdI, MM” tertutup rapat. Yang mencolok justru deretan gelas kopi yang masih berjejer di depan pintu, salah satunya berisi penuh, seakan ditinggalkan dalam kondisi terburu-buru.
Di sekitar ruang Satori terdapat dua ruangan lain yang juga ditempati anggota DPR dari Fraksi NasDem. Setelah melakukan pengecekan, reporter akhirnya meninggalkan Gedung Nusantara I.

