triggernetmedia.com – Dalam kolaborasi yang penuh kehangatan, Asosiasi Dermatologi dan Venereologi Indonesia (Perdoski) Cabang Pontianak berkolaborasi dengan Proyek Senyum Cemerlang (PSC) dari Jerman untuk melakukan kegiatan amal pemeriksaan kulit gratis di Panti Asuhan Nur Fauzi dan Pepabri, Minggu (31/3).
Esie Hanstein, salah satu pendiri dan staf ahli PSC, menjelaskan bahwa pemeriksaan kulit gratis untuk anak-anak panti asuhan merupakan perluasan dari inisiatif yang sudah berjalan oleh PSC.
Tujuan utama dari pemeriksaan ini adalah deteksi dini kondisi kesehatan kulit dan peningkatan kualitas kesehatan kulit secara keseluruhan bagi anak-anak yang tinggal di panti asuhan.
Hanstein menekankan betapa pentingnya memperhatikan dan merawat kesehatan kulit, karena hal ini berkaitan langsung dengan kualitas hidup anak-anak tersebut.
“Tujuan utama dari PSC bukan hanya untuk menjaga dan merawat kesehatan gigi, kesehatan mata, dan sekarang, juga menjaga kesehatan kulit dan tubuh secara keseluruhan bagi anak-anak panti asuhan,” jelasnya setelah mendampingi anak-anak dari panti asuhan.
Awalnya fokus pada perawatan kesehatan gigi bagi anak-anak, program PSC mendapat dukungan dari dokter kulit yang tergabung dalam Perdoski Cabang Pontianak yang ingin berkontribusi pada kesejahteraan anak-anak panti asuhan.
Sebelumnya, inisiatif ini juga mendapat dukungan dari dokter mata dari Balai Kesehatan Mata Masyarakat (BKMM) Kota Pontianak untuk memberikan pemeriksaan mata gratis di panti asuhan.
Selain pemeriksaan kesehatan kulit, anak-anak panti asuhan juga mendapatkan edukasi tentang kebersihan pribadi untuk membiasakan kebersihan diri dan menjaga kesehatan.
Misalnya, mereka diberitahu untuk tidak berbagi handuk atau pakaian dengan teman lain untuk mencegah penularan penyakit.
Selain itu, disarankan agar ruang tempat tidur selalu bersih dengan ventilasi udara yang baik untuk memastikan sirkulasi udara segar.
“Pakaian, sprei, selimut, handuk, dan barang-barang lainnya harus selalu dicuci bersih, dan selimut tidak boleh ditumpuk,” tegasnya.
Esie juga memastikan bahwa obat-obatan yang diresepkan oleh dokter kulit siap tersedia untuk mengobati segala kondisi kulit yang teridentifikasi selama pemeriksaan.
“Selain pemeriksaan, kami juga telah menyiapkan obat-obatan untuk segera mengatasi masalah kulit yang teridentifikasi,” ungkapnya.
Yuliana Teguh, Ketua Perdoski Cabang Pontianak, menyambut baik inisiatif program PSC dan komitmennya terhadap kesehatan anak-anak panti asuhan.
Ia menyoroti pentingnya pemeriksaan ini dalam menjaga kesehatan kulit anak-anak panti asuhan untuk memastikan kelangsungan aktivitas mereka.
“Kita tidak ingin anak-anak ini menderita penyakit kulit yang dapat mengganggu kehidupan sehari-hari mereka,” ujarnya setelah melakukan pemeriksaan di Panti Asuhan Nur Fauzi.
Di antara dokter yang terlibat dalam pemeriksaan kulit anak-anak di panti asuhan adalah dr. Yuliana Teguh, Herni, Arie Rakhmini, dan Irvin Aldikha.
Setelah pemeriksaan di kedua panti asuhan, beberapa anak didiagnosis mengalami kondisi kulit, termasuk kudis, ketombe, dan gatal-gatal kulit biasa akibat infeksi jamur.
PSC telah menyiapkan berbagai macam obat-obatan yang akan didistribusikan secara gratis kepada anak-anak yang mengalami masalah kulit.
“Obat-obatan yang disediakan meliputi Citirizin, Methyl Prednisolon 4mg, krim Mikonazole Nitrat, krim Fucydin, krim Ketokonazole, krim Hidrokortison, Mometasone, dan sampo Ketomed,” tandasnya.
Proyek Senyum Cemerlang (PSC) atau Projekt Strahlendes Lächeln e.V., seperti yang dikenal dalam bahasa Jerman, adalah Organisasi Non-Pemerintah (NGO) yang bermarkas di Leipzig, Jerman.
Organisasi ini berfokus pada peningkatan kesehatan anak-anak panti asuhan. Saat ini, PSC beroperasi di tiga kota di Indonesia: Makassar, Enrekang, dan Pontianak. Esie Hanstein adalah salah satu pendiri PSC dan juga merupakan dosen Bahasa Indonesia di dua universitas ternama di Jerman.











