triggernetmedia.com – Ulama kharismatik asal Rembang, KH Ahmad Bahauddin Nursalim yang akrab disapa Gus Baha, mengungkapkan asal mula turunnya malam Lailatul Qadar, dalam sebuah ceramah yang diunggah di kanal YouTube Laduni ID, Rabu (27/03).
Menurut Gus Baha, malam Lailatul Qadar merupakan pemberian spesial dari Allah SWT atas umat Rasulullah SAW.
Malam yang dipercaya lebih baik dari seribu bulan ini bermula dari keresahan Rasulullah SAW akan nasib umatnya yang memiliki umur yang pendek dibandingkan dengan umat-umat para Nabi terdahulu.
“Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Al-Bukhari, kita dianjurkan untuk mencari Lailatul Qadar pada malam ganjil dalam sepuluh terakhir bulan Ramadhan,” ungkap Gus Baha, merujuk pada hadits yang berbunyi, “Carilah Lailatul Qadar pada malam ganjil dalam sepuluh terakhir di bulan Ramadhan,” (HR Bukhari).
Gus Baha menjelaskan bahwa Rasulullah SAW merasa gelisah akan nasib umatnya yang memiliki umur yang pendek, tidak sebanding dengan umat-umat para Nabi terdahulu yang hidup ribuan tahun.
Dalam salah satu kitab yang ia miliki, berkaitan dengan malam Lailatul Qadar, dikisahkan bahwa Rasulullah SAW sedang bercerita tentang Nabi Nuh AS yang usianya 950 tahun, dan Nabi Ibrahim yang hidup beratus-ratus tahun.
“Atas keresahan kekasih-Nya itu, maka Allah SWT menurunkan rahmatnya berupa malam Lailatul Qadar yang nilainya sama dengan 1.000 bulan,” kata Gus Baha.
Namun, mendapatkan Lailatul Qadar tidaklah mudah. Gus Baha menegaskan bahwa untuk meraih malam yang penuh keberkahan ini, dibutuhkan usaha keras dan ketekunan dalam meningkatkan intensitas ibadah, terutama pada sepuluh terakhir bulan Ramadhan, seperti yang dipraktikkan Rasulullah SAW.
Dalam riwayat lain, disebutkan bahwa Rasulullah SAW meningkatkan amal ibadahnya pada sepuluh terakhir bulan Ramadhan melebihi dari waktu-waktu lainnya.
Bahkan, ia mengencangkan kain bawahnya, menghidupkan malamnya, dan membangunkan keluarganya.
Dengan demikian, malam Lailatul Qadar bukan hanya sebuah malam istimewa, tetapi juga merupakan pemberian rahmat Allah SWT atas keresahan dan kegelisahan Rasulullah SAW akan nasib umatnya yang memiliki umur yang pendek.











