triggernetmedia.com – Penelitian terbaru yang dipublikasikan oleh World Journal of Dermatology telah mengungkap fakta baru mengenai hematohidrosis, sebuah kondisi langka yang menyebabkan seseorang mengeluarkan keringat seperti darah.
Meskipun kondisi ini sering dianggap sebagai legenda urban atau dikaitkan dengan hal-hal mistis, penelitian ini menegaskan bahwa hematohidrosis adalah penyakit yang nyata dan unik.
Kondisi ini, yang mempengaruhi seorang perempuan berusia 18 tahun, menjadi fokus dari sebuah studi kasus yang diterbitkan oleh American Society of Hematology pada tahun 2013 lalu.
Selama enam bulan, perempuan tersebut mengalami perdarahan dari berbagai bagian tubuhnya, termasuk dahi, mata, tangan, pusar, dan kuku. Meskipun hasil tes laboratoriumnya normal, frekuensi perdarahan meningkat seiring waktu.
Para dokter yang merawatnya di rumah sakit mencatat bahwa selama masa perawatan, perempuan tersebut mengalami 30 episode perdarahan yang berbeda.
Meskipun diagnosis dan pengobatan yang tepat sulit dilakukan pada awalnya, setelah 20 bulan dari diagnosis awal, perdarahan mulai menurun secara signifikan.
Menurut para ilmuwan, hematohidrosis dapat bermanifestasi secara berbeda pada setiap individu, dan sulit bagi dokter untuk memberikan prognosis yang pasti atau menguji perawatan mana yang paling efektif.
Penyebab dan Gejala Hematohidrosis
Hematohidrosis bisa terjadi di seluruh tubuh, tetapi paling sering terjadi pada area seperti dahi, wajah, telinga, dan mata.
Penyebab kondisi ini masih belum diketahui secara pasti, namun, beberapa studi menyebutkan bahwa tekanan atau ketakutan ekstrem, seperti menghadapi kematian atau penganiayaan berat, bisa menjadi pemicunya.
Gejala hematohidrosis meliputi berkeringat darah dari kulit, air mata berdarah, atau perdarahan dari telinga yang disebut dengan blood otorrhea.
Meskipun perdarahan biasanya berhenti dengan sendirinya dan jarang serius, kondisi ini dapat menyebabkan dehidrasi dan mengganggu secara penampilan.
Diagnosis dan Pengobatan
Dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan menyeluruh untuk menentukan penyebab hematohidrosis, termasuk tes darah untuk melihat apakah ada kelainan pada jumlah trombosit dan sel darah merah serta putih.
Pemeriksaan lainnya seperti biopsi area yang mengalami hematohidrosis dan tes psikologis juga dapat dilakukan.
Pengobatan untuk hematohidrosis tergantung pada penyebabnya, meskipun belum ada panduan tetap yang tersedia.
Beberapa pengobatan yang mungkin diberikan termasuk obat beta-blocker atau vitamin C untuk menurunkan tekanan darah, obat antidepresan atau antikecemasan untuk menekan stres emosional, dan obat-obatan untuk membantu pembekuan darah.
sumber: IDN TIMES










