triggernetmedia.com – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Barat merilis data terbaru terkait Indeks Pembangunan Manusia (IPM) pada tahun 2023, menunjukkan Kota Pontianak berhasil mencatat prestasi luar biasa dengan nilai IPM mencapai 81,63.
Capaian ini menandai kenaikan yang signifikan dari angka sebelumnya pada tahun 2022 yang tercatat sebesar 80,48. Kenaikan sebesar 1,15 poin ini menempatkan Kota Pontianak di peringkat tertinggi dalam IPM di Provinsi Kalimantan Barat.
Menurut data yang dirilis, Kota Singkawang menduduki posisi kedua dengan nilai IPM 74,13, diikuti oleh Kabupaten Sambas dengan nilai 70,60.
Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, mengungkapkan kebanggaannya atas capaian luar biasa ini.
Menurutnya, kenaikan yang signifikan dalam IPM Kota Pontianak tak lepas dari fokus Pemerintah Kota dalam meningkatkan sektor pendidikan dan kesehatan, yang menjadi pilar utama dalam pembangunan manusia.
Edi Rusdi Kamtono menekankan bahwa kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) sangat dipengaruhi oleh sektor pendidikan dan kesehatan.
Salah satu poin penting adalah mencatat harapan lama sekolah tertinggi di Kota Pontianak, mencapai 15,02 tahun.
“Peningkatan IPM yang berkelanjutan menunjukkan bahwa upaya dalam meningkatkan pembangunan manusia di Kota Pontianak terus meningkat dari tahun ke tahun,” ujarnya, Jumat (1/12).
Pemerintah Kota Pontianak juga telah menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya dalam sektor kesehatan.
Bantuan berupa program BPJS telah disalurkan kepada 2.965 kepala keluarga yang tidak mampu.
Langkah ini dianggap sebagai strategi penting dalam pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan, dengan fokus pada aspek kesejahteraan sosial dan kesehatan.
Edi menekankan bahwa pemberian jaminan kesehatan merupakan bagian integral dari upaya Pemerintah Kota Pontianak untuk memberikan akses layanan kesehatan yang memadai kepada masyarakat, khususnya mereka yang membutuhkan, termasuk kelompok rentan dan berpendapatan rendah.
Hal ini diharapkan akan berkontribusi pada peningkatan IPM.
“Saat ini, fokus kami adalah terus meningkatkan IPM di tahun-tahun mendatang dengan peningkatan kualitas pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur. Hal ini akan berdampak positif pada sektor lain termasuk pertumbuhan ekonomi di Kota Pontianak,” tambahnya.
Dengan pencapaian yang terus meningkat dari tahun ke tahun, Kota Pontianak menunjukkan komitmen yang kuat untuk mengangkat standar pembangunan manusia, yang pada gilirannya akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi dan penurunan angka pengangguran di kota tersebut.
Catatan sejarah IPM Kota Pontianak menunjukkan peningkatan yang signifikan, dari 79,44 pada tahun 2020, 79,93 pada tahun 2021, 80,48 pada tahun 2022, dan kini mencapai 81,63 pada tahun 2023, menjadikannya yang tertinggi di Provinsi Kalimantan Barat.










