triggernetmedia.com – RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie (SSMA) Kota Pontianak mengadakan sesi informasi dan edukasi kesehatan yang melibatkan 40 pasien dan pengunjung rumah sakit, Kamis (23/11).
Dalam sesi tersebut, Dokter Muda Amalia Bestari menjelaskan bahwa skabies adalah penyakit yang disebabkan oleh infestasi kulit oleh tungau sarcoptes scabiei, sering dikenal sebagai kudis, budukan, atau gudik.
Menurutnya, tanda gejala yang kerap muncul dari skabies antara lain gatal pada kulit di malam hari, penyerangan secara berkelompok, adanya bintik-bintik di kulit (terowongan), serta serangan yang sering terjadi di daerah sela-sela jari tangan, kaki, dan daerah lipatan tubuh lainnya.
Dokter Muda lainnya, Andi Muhammad Hasbi AH, menambahkan bahwa skabies dapat menular melalui kontak langsung seperti berjabat tangan, tidur bersama, dan hubungan seksual, serta melalui kontak tidak langsung, seperti penggunaan bersama pakaian, handuk, atau sprei.
“Dokter Andi juga menekankan bahwa komplikasi akibat garukan pada kulit dapat menyebabkan ekskoriasi dan infeksi sekunder oleh bakteri. Infeksi sekunder ini bisa memunculkan komplikasi sistemik seperti penyakit ginjal dan penyakit jantung rematik,” paparnya.
Untuk mencegah skabies, Dokter Andi menyarankan konsep C-I-N-T-A:
- Cegah kontak langsung dengan penderita skabies,
- Ingat untuk selalu menjaga kebersihan diri,
- Nyuci pakaian, sprei, dan selimut secara rutin,
- Tidak menggunakan barang secara bersama,
- Ayo periksakan diri ke dokter.
Selain itu, dokter muda kepaniteraan stase kulit juga memberikan tips kepada penderita skabies untuk segera memeriksakan diri jika mengalami keluhan.
“Penting untuk mencuci semua baju dan alas tidur dengan air mendidih serta memeriksakan semua anggota keluarga secara serempak,” tambahnya.
