triggernetmedia.com – Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mendorong Lomba Sampan Bidar di Kampung Yuka, Kecamatan Pontianak Barat, untuk dikembangkan menjadi agenda tahunan Kota Pontianak.
Menurut Edi, kegiatan yang digelar dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tersebut memiliki potensi untuk dikemas lebih besar dan dipromosikan hingga tingkat Kalimantan Barat, nasional, bahkan internasional.
“Mudah-mudahan tahun depan bisa mendapat intervensi dari Pemerintah Kota dan dipersiapkan lebih matang. Ini bisa menjadi agenda tetap tahunan, bukan hanya untuk warga Kampung Yuka, tetapi juga agenda Kota Pontianak,” ujar Edi usai membuka lomba, Sabtu (15/8/2026).
Tahun ini, sedikitnya 22 tim ambil bagian dalam perlombaan. Antusiasme warga terlihat dari ramainya masyarakat yang datang menyaksikan pertandingan sampan bidar tersebut.
Edi menilai kegiatan ini memiliki nilai lebih karena memadukan unsur olahraga, hiburan, budaya, sekaligus pemberdayaan ekonomi masyarakat. Kehadiran peserta dan penonton juga membuka peluang bagi pelaku UMKM untuk meningkatkan aktivitas usaha selama kegiatan berlangsung.
“Ini memberikan dampak positif bagi masyarakat, termasuk pelaku UMKM. Saya berharap berjalan lancar, aman, dan memberi manfaat bagi warga,” katanya.
Potensi pengembangan lomba sampan bidar, lanjut Edi, tidak hanya terbatas pada peserta dari Kota Pontianak. Ia melihat peluang untuk mengundang peserta dari wilayah lain di Kalimantan Barat hingga negara tetangga yang memiliki tradisi sungai dan perahu.
Menurutnya, Sarawak, Sabah, dan Brunei dapat menjadi bagian dari pengembangan event tersebut ke depan.
“Ke depan bisa saja dipromosikan hingga tingkat Kalbar bahkan internasional, diikuti peserta dari Sarawak, Brunei, Sabah, dan negara tetangga lainnya yang memiliki tradisi lomba sampan bidar,” ujarnya.
Ia menyebut antusiasme masyarakat menjadi modal penting untuk mengembangkan kegiatan tersebut. Peserta dan pengunjung tidak hanya berasal dari Kampung Yuka, tetapi juga datang dari sejumlah daerah seperti Sungai Kupah, Kubu Raya, hingga Mempawah.
Edi berharap penyelenggara mulai melakukan evaluasi sejak pelaksanaan tahun ini. Dengan persiapan yang lebih matang, aspek teknis, keamanan, maupun kemasan acara diharapkan dapat ditingkatkan sehingga lomba semakin menarik.
Selain pengembangan event, Edi turut menyoroti kebutuhan infrastruktur di sekitar Kampung Yuka. Sejumlah aspirasi warga terkait akses jalan, gertak, dan kondisi lingkungan akan menjadi perhatian Pemerintah Kota Pontianak.
“Apa yang menjadi keluhan warga terkait infrastruktur sudah saya lihat. Insya Allah akan menjadi perhatian kami dan akan diusahakan secepat mungkin untuk direnovasi atau ditingkatkan kualitasnya,” jelasnya.
Di sisi lain, Edi mengingatkan masyarakat untuk menjaga kebersihan kawasan sungai dan lingkungan sekitar. Ia meminta warga tidak membuang sampah ke parit maupun sungai agar ekosistem perairan tetap terjaga.
“Jaga kebersihan lingkungan. Jangan membuang sampah di parit, apalagi di sungai, supaya biota sungai dan parit tetap sehat, bersih, dan asri,” pesannya.
Aspek keselamatan juga menjadi perhatian. Edi meminta panitia memastikan keamanan atlet dan penonton selama perlombaan berlangsung, mengingat kegiatan dilaksanakan di kawasan perairan.
“Keselamatan penonton dan atlet harus betul-betul dijaga. Panitia bersama petugas harus memastikan kegiatan berlangsung aman,” tegasnya.
Edi berharap Lomba Sampan Bidar Kampung Yuka dapat terus berkembang menjadi agenda yang tidak hanya menghibur masyarakat, tetapi juga memperkuat pelestarian budaya sungai, mengembangkan olahraga air, serta menggerakkan perekonomian warga.
Ia pun mengapresiasi panitia dan masyarakat yang telah menyelenggarakan kegiatan tersebut serta berharap pelaksanaan pada tahun-tahun berikutnya semakin meriah dan mampu menjadi salah satu ikon kegiatan budaya Kota Pontianak.










