triggernetmedia.com – Penjabat (Pj) Gubernur Kalimantan Barat, Harisson, resmikan Ruang MCU (Medical Check-Up) di RSUD Sambas, Selasa (21/11). Kunjungan ini tidak hanya menandai peresmian ruang baru, tetapi juga menyoroti pentingnya pemeriksaan kesehatan untuk calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang berencana bekerja di luar negeri, terutama di Malaysia.
Harisson menekankan bahwa MCU bagi calon PMI menjadi syarat esensial sebelum berangkat ke luar negeri.
“Keberadaan MCU ini sangat ditunggu-tunggu, terutama dalam mendukung persyaratan kesehatan bagi calon PMI yang ingin bekerja di luar negeri,” ujarnya.
Dalam pernyataannya, ia menegaskan bahwa hanya calon PMI yang memenuhi syarat kesehatan yang akan diberikan sertifikat untuk berangkat ke luar negeri.
“Warga yang sehat dan memiliki sertifikat kesehatan akan diizinkan bekerja ke luar negeri, sementara yang tidak memenuhi syarat tidak akan diberi sertifikat,” tegas Harisson.
Selain itu, Harisson juga menyoroti pentingnya keikutsertaan masyarakat dalam BPJS. Ia berharap Pemerintah Kabupaten Sambas dapat memperluas cakupan BPJS yang ditanggung oleh pemerintah setempat.
“Dengan adanya BPJS yang lebih meluas, program Bupati dapat berjalan lebih efisien dan merujuk pasien hingga tingkat nasional,” tambahnya.
Menghadapi lonjakan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) yang meningkat, Harisson mendorong rumah sakit untuk mempersiapkan sarana ruangan dan tenaga kesehatan.
“Setiap pasien DBD yang membutuhkan rawat inap harus segera ditangani tanpa mengenal istilah rumah sakit penuh,” pintanya.
Tidak lupa, Harisson juga mengapresiasi upaya Bupati dan Ketua TP PKK Kabupaten Sambas dalam pencegahan stunting.
“Melalui Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (PPGBM), Kabupaten Sambas telah mencapai 16 persen dalam upaya mencegah stunting,” imbuhnya dengan apresiasi.










