triggernetmedia.com – Pj Gubernur Kalimantan Barat, Harisson, bersama dengan Penjabat Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Kalimantan Barat, Windy Prihastari memimpin Rapat Perjanjian Kerja Sama dalam upaya pencegahan dan penanganan Stunting di Provinsi Kalbar, Jumat (3/11).
Penandatanganan kerja sama ini rencananya akan berlangsung pada tanggal 9 November 2023 dan akan disaksikan langsung oleh Ketua Umum TP PKK Pusat.
Tujuannya adalah untuk memperlancar dan mempermudah proses koordinasi serta fasilitasi dalam rangka pelaksanaan pencegahan dan penanganan stunting terpadu di Kalimantan Barat, dengan memanfaatkan pemikiran dan tenaga dari sumber daya manusia yang dimiliki oleh berbagai pihak.
Harisson mengungkapkan keprihatinannya terkait lambatnya penurunan angka Stunting di Kalimantan Barat, yang hanya mengalami penurunan sekitar 2 persen dari tahun 2021 ke 2022, sementara target yang ditetapkan adalah 14 persen pada tahun 2024.
“Ini yang kami butuh sinergitas, kolaborasi dari semua stakeholder,” ungkapnya.
Salah satu penyebab Stunting adalah rendahnya pengetahuan dan pola asuh orang tua. Oleh karena itu, Pj Gubernur Kalimantan Barat berharap bahwa organisasi-organisasi wanita dapat berperan dalam meningkatkan pengetahuan ibu tentang pola asuh.
Ia mengungkapkan keinginan untuk membahas isu ini lebih lanjut, karena pengetahuan ibu tentang pola asuh masih rendah, dan hal ini berkontribusi pada terjadinya stunting pada anak.
“Untuk itu saya berharap kesediaan Ibu-ibu dalam melakukan sinergitas organisasi wanita dalam meningkatkan pengetahuan Ibu tentang pola asuh tentang gizi keluarga,” harapnya.
Pj Ketua TP PKK Provinsi Kalbar juga menyoroti pentingnya kerjasama antarorganisasi wanita dalam mencapai hasil yang lebih maksimal.
Masing-masing organisasi memiliki program dan kegiatan tersendiri, tetapi melalui kerjasama ini, mereka dapat bekerja sama untuk mencapai hasil yang lebih signifikan dalam pencegahan stunting.
Selain itu, dalam upaya menurunkan angka stunting, diperlukan langkah strategis dan inovasi. TP PKK Provinsi Kalbar telah melakukan inovasi gizi kepada berbagai kelompok, seperti remaja, ibu hamil, dan ibu dengan balita.
“Sebenarnya ini sudah kita laksanakan sendiri – sendiri setiap organisasi setiap program kegiatan, tentunya dengan sinergitas ini diharapkan mempunyai kemanfaatan yang lebih luas dan lebih besar,” ungkapnya.
Acara tersebut dihadiri Persit Kartika Chandra Kirana Daerah XII/Tanjungpura, Bhayangkari daerah Kalimantan Barat, Ikatan Adhyaksa Dharmakarini Wilayah Kalbar, Korcab XII Jalasenastri Armada I, PIA Ardhya Garini Cabang 19/D.I Lanud Supadio, dan Dharma Wanita Persatuan Provinsi Kalimantan Barat.



